Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)
“Salwa sudah menikah, Dit. Sadar itu.”
“Aku sadar sesadarnya, Mbak.” Ia menautkan tangan, lalu meletakkan di atas lutut. “Aku sudah berusaha membuka hati, tapi tidak membuahkan hasil yang berarti. Mbak tahu, bila kita tidak mencintai seseorang, kesalahan sekecil apapun akan terlihat. Sebaliknya, cinta akan memaafkan kesalahan sebesar apapun.”
“Iya, tapi sampai kapan? Bagaimana kalau menikah dulu dengan wanita baik-baik. Kamu pernah dengarkan, cinta karena terbiasa?”