Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku
"Jika kau ingin benar-benar lepas, katakan padaku. Aku akan membawamu pergi. Aku akan menunggumu di balik bayang-bayang, kapan pun itu."
Aku mengulas senyum—tipis, hampa, namun mematikan. "Terima kasih, Eric. Tapi aku lebih suka menciptakan jalanku sendiri daripada memilih pelarian yang kau siapkan."
Eric hanya mampu terpaku saat aku berbalik. Aku melangkah keluar, meninggalkan keheningan yang menyesakkan di ruangan itu. Suara langkah sepatuku menggema di sepanjang koridor sepi, setiap ketukannya terasa seperti detik jam yang menghitung mundur menuju ledakan besar yang tak terelakkan.