Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN part 4 Sementara Intan jatuh pingsan, kini aku yang diam mematung di hadapan sosok tanpa kepala tersebut. Kenapa aku tidak ikut pingsan saja seperti Intan? Kenapa malah diam di tempat seperti ini. Badanku sama sekali tidak bisa digerakan, seolah terhipnotis dengan sosok tanpa kepala.
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai jeketi 48
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

“Abah Saya datang kemari di beri info dari ki Slamet.” “Ki Slamet?” “Iya, Saya dari Karawang Mbah dengan Lestari.” “Ya, Ki Slamet saya paham, Neng ada rencana apa datang kesini?” “Saya ingin pasang susuk Abah.” “Susuk apa Neng?” “Saya seorang sinden dan penari jaipong abah, kira-kira susuk apa yang pantas buatku?” “Susuk itu banyak Neng, ada susuk kantil, susuk emas atau susuk berlian, semua itu ada tingkatannya untuk membuka aura.”
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai jeketi 48
Baca
+Pustaka
JERAT PESUGIHAN

JERAT PESUGIHAN

Wanita itu duduk bersila di depan Pak Dhe. Di depannya terdapat satu nampan sesaji lengkap dengan bunga tujuh rupa dan ayam cemani. Ku lihat Pak Dhe mulai menyalakan dupa dan dan merapal matera. Rasanya tubuhku membeku saat melihat wanita itu mengulurkan tangannya dan pak Dhe langsung memotongnya. Darah segar mengalir dari tangan wanita itu disertai jerit kesakitan wanita itu.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai jeketi 48
Baca
+Pustaka
PERJAKA NEXT LEVEL

PERJAKA NEXT LEVEL

Nobu melangkah maju. Tepat di hadapan si kaos hitam, kaki kirinya maju setengah langkah, pinggul berputar. “JAB!” Tinju kanannya melesat lurus, mengenai dagu lawan. “BRAAK!” Kepala pria itu terdongak keras ke belakang, tubuhnya terangkat dari tanah, melayang dua meter, lalu menghantam aspal membuat suara dentum yang keras.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai jeketi 48
Baca
+Pustaka
AJISEKA

AJISEKA

Lelaki itu melesat ke angkasa tanpa menjejakkan kakinya terlebih dahulu, tubuhnya seperti kapas yang tertiup angin. Dhar! Dhar! Tiba-tiba ledakan bertubi-tubi menghujani Ajiseka, lalu seberkas sinar terang melesat cepat dari telapak tangan Sumokolo dan merangsek tepat di tubuh pemuda itu. Bam! Brak! Seringai kemenangan tercetak jelas manakala pohon besar roboh oleh hempasan tubuh Ajiseka.
9.53.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai jeketi 48
Baca
+Pustaka
Suster Untuk CEO Jutek

Suster Untuk CEO Jutek

Setelah merasa kenyang burung merpati itu pun mengepakkan sayapnya terbang bersama kawanannya yang lain. Gadis dengan jaket putih memasuki swalayan di seberang jalan, beberapa karyawan menyapanya dengan penuh kehangatan, sepertinya dirinya sudah terbiasa berkunjung di swalayan itu. Ia berjalan mengitari rak cemilan di bagian sisi kiri swalayan, semua tertata rapi dari cemilan pedas sampai pada yang asam gurih juga tersedia. Kakinya terhenti melihat beberapa cemilan varian keju di sudut rak toko itu, tempatnya sangat tersembunyi mungkin saja ini adalah cemilan paling enak di toko ini pikirnya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai jeketi 48
Baca
+Pustaka
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

seketika tubuh telanjang Windy tersentak merasakan ada benada keras dan panjang telah masuk ke lubangnya yang kini dipenuhi oleh batang ngaceng milik sang paman. “Oehh..ahhh..gilaa..enak banget jepitanmu Windy..eshhh..ahhhh!” Paman Jimi merem melek mulai melenguh merasakan nikmat tak terkira ketika kontol tegangnya itu seperti diemut dan memek Windy berasa ngempot menekan sedemikian rupa senjata andalan para lelaki itu. “Eshhh..ahhh.euhhh...anu paman gede bangettt..eshh..ahhhh!” cetus Windy merasakan lesakan luar biasa kencang dari benda keras dan panjang tersebut liang kenikmatannya.
1041.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai jeketi 48
Baca
+Pustaka
PETI KE-13

PETI KE-13

Tiba-tiba… tiga ketukan di pintu depan. Reza terlonjak. Ia tidak sedang menunggu siapa pun. Dengan hati-hati, ia membuka pintu. Seorang pria tua berdiri di ambang, mengenakan jas panjang gelap yang basah oleh hujan. Wajahnya tirus, namun sorot matanya tajam seperti pernah bertarung dengan maut dan menang. Di tangannya ada tas kulit tua yang menggembung, seperti membawa sesuatu berat.
663 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai jeketi 48
Baca
+Pustaka
JALAN KEKEKALAN ABADI

JALAN KEKEKALAN ABADI

balas Wei Yuan. “Aku tidak peduli! Kompetisi ini tidak ada hubungannya denganku!” Ketika Long Zin akan meninggalkan tempat itu, tetua Gu langsung berbicara dan melemparkan sebuah token yang bertuliskan angka 44. “Kalian berdua sudah terdaftar sebagai tim 44!” ucap tetua Gu. “Tunggu tetua, aku tidak mau mengikuti kompetisi ini!” jelas Long Zin tidak terima.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai jeketi 48
Baca
+Pustaka
JEJAK SANG PEWARIS

JEJAK SANG PEWARIS

Sesaat setelah ronde ketiga dimulai, dia bergerak dengan kecepatan yang sulit ditangkap oleh mata orang awam. Tiba-tiba saja, tubuhnya sudah terlihat melenting di udara sambil berputar 360 derajat ke arah kiri. Sementara di waktu yang sama, kaki kirinya juga bergerak melancarkan sebuah serangan maut dengan teknik tendangan dolke chagi ke arah kepala Jenny. Tendangan berputar yang juga dikenal dengan sebagai Tendangan Tornado itu ternyata sukses menghentikan perlawanan Jenny.
1025.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 935 kali sebagai jeketi 48
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status