Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

“Ketika warna jingga dengan rona keemasannya memantul dalam riak, Banyu yang tenang di sagara kini berombak. Berdua merenda asa menuju senja, setelah siang berlalu dengan gersangnya … seperti itu pula ketika janji suci terikat pasti antara Pak Banyu dan Bu Jingga yang terpatri dalam kasih dan terikat dalam satu kata … cinta … mari kita sambut persembahan untuk yang tercinta, sebuah alunan melodi akustik … dan ternyata cinta …! Kepada Bu Jingga, kami undang dengan hormat untuk menemani pangerannya di atas panggung!”
10117.5K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
DI BALIK MENGHILANGNYA ISTRIKU

DI BALIK MENGHILANGNYA ISTRIKU

Elena ikut tertawa dan kembali duduk. "Hahaha.. semua orang percaya bahwa uang yang tidak ada itu benar-benar ada. Seperti botol anggur ini, kalian semua tegang padahal jelas-jelas anggur ini tidak beracun," tanpa rasa bersalah Elena tertawa. Sementara yang lainnya masih terdiam membeku. Wanita bergaun jingga itu menuangkan anggur merah yang dia bilang mengandung racun, ke dalam gelas, lalu menenggaknya hingga tandas.
6.514.2K viewsCompletedAdded to Library 412 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

"Ini ilmu tingkat tinggi." Gulungan lain berwarna hitam berisi teknik pedang tingkat tinggi. Dan yang terakhir, pita merah muda dengan tulisan elegan. Elena mengangkat alis. "Kitab kecantikan ramuan mempercantik diri."
9.8118.5K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as jingga dalam elegi
Show Reviews (37)
Read
+Library
Ummu
Ceritanya benar-benar keren. Author menyelesaikannya dengan baik dan membuat pembaca puas. Makasih Thor. Ditunggu karya selanjutnya. Sebenarnya gak rela Elena tamat. Pengen kalau Elena sudah punya keturunan heheheh
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Sebentuk Hati untuk Jingga

Sebentuk Hati untuk Jingga

Mereka hanya menuruti saja apa kata para tetua demi saling menjaga perasaan. Filosofi dari nama Jingga sendiri ialah juga sebagai doa dari ayah dan ibunya agar sesuai dengan warna jingga yang memiliki kesan hangat dan bersemangat serta merupakan simbol dari petualangan, optimisme, percaya diri dan kemampuan dalam bersosialisasi. Hal ini dikarenakan warna jingga adalah peleburan dari warna merah dan kuning, yang sama-sama memberi efek kuat dan hangat.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Menjadi Istri Kelima Penguasa Kejam

Menjadi Istri Kelima Penguasa Kejam

Ia menatapku dengan pandangan bingung yang menggemaskan. “Apa bedanya golden dan jumile?” “Jubilee, Windi,” ralatku lembut. “Dari warnanya. Kamu lihat, Golden Celebration berwarna kuning seperti ini, sedangkan Jubilee Celebration berwarna merah karang seperti ini. Sebenarnya, Jubilee juga dihasilkan dari perkawinan antara Golden Celebration dan mawar lain.” Aku menghirup dalam-dalam aroma mawar yang harum itu. Aromanya yang kaya seakan mengurai kecemasan yang menumpuk di kepalaku.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 214 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Setelah beberapa lama, lapisan berikutnya akan mengeluarkan esensi jingga, sebuah kehangatan dan kebulatan tekad tak ubahnya seperti tekad baja para Ashokans muda yang berjuang mencari jati diri mereka. Kemudian lapisan ungu pun mulai menggurat dan menyatu dengan misterius. Bahwa jiwa ksatria seorang Asta yang menyatu dengan Agra mereka adalah perwujudan kemuliaan dan ketulusan hati. Dan terakhir, getah pohon eucalyptus akan mengeluarkan esensi berwarna merah marun. Gairah dan semangat bagi seorang Asta yang menjadi pelindung bagi keutuhan dimensi.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Pernikahan Sebatas Status

Pernikahan Sebatas Status

"Sini, biar kugendong anak kita." Tubuh Jingga bergetar hebat ketika Ganendra mengucapkan kalimat itu. Dia kembali membeku saat memandang iris mata coklat terang yang juga lekat menatapnya. "Kenapa? Apa aku salah bicara? Dia memang putri kita, kan?" Ganendra tersenyum menggoda. Dia sengaja memamerkan lesung pipi pada Jingga. "Eh, di mana Elio? Armas juga?" Jingga yang gugup, segera menoleh ke samping. Akan tetapi, tak ada siapapun di sana.
98.7K viewsCompletedAdded to Library 346 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Elegi Syila

Elegi Syila

Melepaskan dan berdamailah dengan masa lalu. Maka beban seberat apa pun yang kau pikul akan terasa lebih ringan nantinya. *** Julian mengambil gelas berkaki berisi minuman berwarna merah di meja prasmanan. Ia mengamati dari kejauhan sosok Raka yang sedang menyambut uluran tangan dari beberapa rekan bisnis orang tuanya.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Pembalasan Elegan

Pembalasan Elegan

Yuda menyerahkan sebotol air mineral yang barusan dibelinya dari pedangan asongan. Wajah Rika tampak pucat sekali dan keringat dingin kini membasahi kening dan sebagian besar area permukaan wajah cantiknya. Melihat itu Yuda pun berusaha mengusap peluh itu dengan sapu tangan yang selalu ia bawa ke mana-mana.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Sekretaris Sang Presdir

Sekretaris Sang Presdir

“Kasih bukti yang jelas apakah aku pernah menggoda Pak Elang. Kalian bisa membeberkan ke semua orang kalau perlu. Aku kasih waktu kalian sampai besok, tapi kalau nggak ada, maka siap-siap lah aku akan bertindak. Kamu harus ingat, kalau kamu tidak memiliki kekuatan besar untuk melawanku, maka jangan coba-coba.” Jingga keluar setelah itu. Meninggalkan dua perempuan yang masih termenung di tempatnya. Melangkah dengan langkah lebar-lebar, Jingga bertanya-tanya kenapa orang-orang itu tahu tentang aktivitas kerjanya. Pasti ada yang berbicara lebih dulu. Hanya saja dia tak mau menebak-nebak. Baru saja duduk di kursinya, Elang sudah memanggilnya hanya sekedar untuk mengganggunya. “Pijar, saya tidak
9.173.3K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status