Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Satu Hari Dua Akad

Satu Hari Dua Akad

Tubuhnya menegang saat berbalik dan mendapati Jingga yang tidak jauh dari tempatnya. “Jingga ….” Lelaki itu bergumam tanpa suara. “Siapa dia? Datang ke pemakaman memakai baju pengantin.”
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 427 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Zombieing

Zombieing

Mulai dari appetizer, main course, bahkan dessert pun ada. Tentu saja minuman disini hanya ada air putih dan jus jeruk. Karena apa? Karena ia ingin Naira sadar bahwa semua yang Bian lakukan ini semata-mata untuk menarik perhatiannya. For your information, Naira adalah gadis penyuka jingga. Suka senja, jeruk, dan apapun yang berwarna jingga. Mobil jingga miliknya itu ia beli karena Naira. Jangan bilang ia bucin, karena itu memang benar adanya, hehehe.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Sebentuk Hati untuk Jingga

Sebentuk Hati untuk Jingga

Seperti sekuntum mawar yang sedang mekar-mekarnya, pastilah akan banyak kumbang yang tertarik dengan Jingga. "Sini duduk, pisang goreng dan teh-nya sampai dingin nungguin kamu," kata sang Nenek. "Ya, itu sih bukan salah Jingga, Nek. Coba tadi kalau Nenek nggak suruh Jingga mandi dulu, pasti pisang goreng dan teh-nya nggak sampai kedinginan," balas Jingga sambil mencomot satu buah pisang goreng dan langsung melahapnya.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

Sementara matanya terus mencari sumber utama ceceran merah yang mirip dengan darah itu. "Tenanglah Nyonya, ini bukan darah." ucap Frans kepada Jingga yang kini membenamkan wajahnya di dada bidangnya. "Aku takut Frans." ucap Jingga yang sangat ketakutan. 'gepp' Frans langsung membopong Jingga ala bridal wedding, dengan tanpa sungkan Jingga pun terus mengalungkan lengannya di leher Frans sambil membenamkan wajahnya di cekungan leher pria itu.
825.7K viewsCompletedAdded to Library 719 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Lara dan Jingga

Lara dan Jingga

Lara dan Jingga Penggunaan Bahasa: Baku Ada yang aneh dengan sikap Ralin akhir-akhir ini, dia terlihat tidak ada semangat hidup, matanya kosong dan tidak ada hal lain yang dia lakukan selain tidur lalu makan. Ibunya menatap Ralin penuh dengan tanda tanya, bagaimana bisa anaknya seperti ini. Ralin terlihat seperti frustasi sekaligus kebingungan. Entah apa yang terjadi, berulang kali ibunya menanyakan kepadanya, namun Ralin hanya mengatakan dia ingin tidur karena lelah. Diajak pergi pun gadis itu tidak mau, dia memilih meringkuk di kamarnya.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Di atas meja tersebut, tersaji dua piala emas yang berisi anggur dari buah Sinis-Vitis, atau yang lebih dikenal sebagai buah terlarang dari lembah terdalam. Cairan itu berwarna merah keunguan gelap, kental, dan memancarkan aroma yang tajam seperti perpaduan antara mawar yang layu dan tanah yang basah setelah hujan. “Anggur ini tidak diciptakan untuk memabukkan pikiran, Elara,” bisik Zhen saat ia menarik kursi untuk sang Ratu. “Ia diciptakan untuk membangunkan setiap inci saraf yang tertidur. Setiap sentuhan akan terasa seperti petir, dan setiap bisikan akan terdengar seperti guntur di telingamu.”
104.6K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan

Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan

“Punya. Entar malam kamu jaga lilin lagi biar aku yang keliling.” Sontak, Jingga langsung terkekeh diikuti oleh karyawan yang tengah melayani Jingga. Bisa bercanda juga laki-laki itu. Bahkan ketika mengatakan celetukan itu pun, Sagara tampak memasang wajah datar. “Oke. Aku nggak sungkan lagi kalau gitu.” Jingga menaik turunkan alisnya lalu memilih gelang bangle dengan permata berlian melingkarinya. Cantik sekali.
1018.5K viewsOngoingAdded to Library 720 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Gelang Emas Untuk Emak

Gelang Emas Untuk Emak

Gelang Emas Untuk Emak 40 Truk melaju kencang, tak peduli dengan kejadian yang ditimbulkannya. Farhan tergeletak tak berdaya. Darah mengalir deras dari kepalanya. Bahagia yang dinanti berujung malapetaka. Siapa yang mau? Apalah daya bila Tuhan sudah berkehendak. Duduk bersanding dipelaminan hanya sebatas angan. Bayangan memilih cincin di toko emas dengan yang terkasih berkelebatan dikepalanya. Suara teriakan saling bersahutan sebelum rungunya senyap. Sunyi sepi. Dirinya bagai jiwa yang terlepas dari raganya. Terbang melayang melihat kondisi keluarga tercintanya.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 312 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Tak lama, Ibu Ayu kembali membawa segelas teh manis hangat. Gelas belimbing. Dengan motif bunga merah pudar di pinggirannya yang sudah sedikit sompel. Elang menerima gelas itu. Dia tidak menggunakan saputangan sutranya kali ini—karena dia tahu Citra sedang mengawasinya seperti elang—namun ujung jarinya gemetar halus saat menyentuh permukaan kaca yang panas. Dia menatap cairan cokelat pekat di dalamnya. Ada butiran gula pasir yang belum larut sempurna di dasar gelas, membentuk gundukan kecil yang di mata Elang tampak seperti sarang bakteri kalsium.
826 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as jingga dalam elegi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status