Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun
“Bukan untuk bertapa, bukan untuk sembahyang saja… tapi untuk menjaga keseimbangan. Supaya tak ada yang melanggar, supaya tak ada yang lupa akan janji.”
Selama dua hari penuh, mereka membangun gubuk itu. Ukurannya sederhana—cukup untuk satu atau dua orang beristirahat. Lantainya dari bambu, atapnya rumbia, tapi dibangun kokoh dan menghadap langsung ke arah kedua pohon beringin. Di dalamnya, Ki Harjo menaruh sesaji kecil, kendi air bersih, dan dupa kering yang tersimpan dalam tempurung kelapa.
Setelah pembangunan selesai, sore itu Ki Harjo memanggil Reza. Langit berwarna oranye, dan angin berhembus lembut dari arah barat.
Hot Chapters