BELENGGU DENDAM SUAMI KEJAM
Darah segar mengucur dari sana, memang ukuran pas bunga itu tak terlalu besar, namun terbuat dari kaca yang tentu saja akan pecah bila di lempar.
“Astaga, Rumi?” Pekik Kei, ia menghampiri Rumi, melihat keadaan gadis itu dengan panik. “Kamu berdarah, Ya Tuhan maafkan aku Rumi. Harusnya pas itu mengenaiku, bukan kamu. Ayo duduk, kamu terluka,” Kei menuntun Rumi untuk duduk, ia begitu panik melihat darah yang lumayan banyak mengucur dari pelipis Rumi. “Tunggu sebentar, aku akan mengambil tas, kita ke rumah sakit. Aku takut kamu kenapa-kenapa.”
Bab Populer