Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya

Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya

Di hari pernikahan kami, cinta pertama Jancent yang bernama Winny mengalami kecelakaan mobil. Mata Jancent langsung memerah dan dia ingin menemui Winny. Aku memohon padanya untuk jangan merusak pernikahan ini. Aku tidak ingin mengecewakan ayahku yang sakit parah. Namun, dia mendorongku dengan kasar, "Winny lagi dalam kondisi kritis. Apa kamu nggak punya hati? Dasar wanita nggak berperasaan!" Aku menangis sambil tersenyum. "Kalau kamu pergi hari ini, pernikahan ini nggak akan ada hubungannya lagi denganmu." Jancent mencibir, "Siapa yang mohon padaku untuk menikah? Jangan khawatir, meski kamu berlutut dan memohon padaku untuk kembali, aku juga nggak akan kembali!" Kemudian, Jancent akhirnya ingat untuk menghubungiku. Namun, yang didengarnya adalah suara pria lain yang sangat familiar. "Ssst, dia capek dan sudah tidur. Jangan ganggu dia."
3.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 73 fois en tant que kami for kamu
Read
+Librairie
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Pada hari pertama pernikahan kami, aku berkata kepada suamiku yang merupakan seorang presdir, "Aku nggak keberatan kalau kamu jatuh cinta sama orang lain kelak. Tapi kalau orang itu berani buat keributan di depanku, kamu nggak akan pernah melihatku lagi." Jadi, ketika suamiku itu jatuh cinta pada seorang guru perempuan di sekolah, dia hanya bisa menyembunyikannya. Dia memberikan apa pun yang diinginkan wanita itu, tetapi melarangnya muncul di depanku. Hanya saja, wanita simpanan itu malah sangat tidak patuh mentang-mentang dimanjakan suamiku. Dia yang hamil malah membual di hadapanku. "Yudha sendiri yang bilang dia nggak pernah mencintaimu. Dia menikahimu cuma demi dapatkan keuntungan dari Keluarga Lorandi. Lebih baik kamu gugurkan kandunganmu dan bercerai dengannya secepat mungkin. Kalau tunggu sampai Yudha mencampakkanmu, kamu nggak akan dapatkan sepeser pun!" Aku tersenyum dan menghubungi nomor ayahku. "Tarik investasi untuk Grup Cengkara! Aku mau cerai."
14.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 402 fois en tant que kami for kamu
Read
+Librairie
Suami dan Anakku Menyesal Setelah Kepergianku

Suami dan Anakku Menyesal Setelah Kepergianku

Pada hari ulang tahun putraku, suamiku menyuruh kekasih masa lalunya untuk datang ke rumah menjemput anakku. Aku bersikeras melarang dia pergi. Saat kami bersitegang, tiba-tiba muncul kobaran api besar di lorong. Aku tertimpa puing-puing yang jatuh, kepalaku terluka parah, darah mengalir, tetapi anak yang kulindungi di bawah tubuh, tidak terluka sedikit pun. Namun, ketika suamiku yang seorang pemadam kebakaran datang untuk menyelamatkan kami, dia malah menyerahkan satu-satunya masker gas kepada wanita itu. “Ayah, cepat selamatkan Tante Lisa dulu, tubuhnya lemah. Ibu, kamu tunggu paman lain saja yang datang menyelamatkanmu!” Aku menatap mereka pergi, bibirku menyunggingkan senyuman pahit. Sepertinya mereka lupa bahwa aku punya asma parah. Tanpa masker gas, aku bisa mati.
39.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 950 fois en tant que kami for kamu
Read
+Librairie
Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia

Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia

Di rapat keluarga, suamiku si bos mafia itu melirik sekretarisnya. Aku langsung pergi dan membatalkan perayaan ulang tahun pernikahan kami karena tidak lagi menginginkannya. Aku menandatangani surat cerai yang sudah kusiapkan sebelumnya. Begitu Ryuga Jorgi melihat surat itu, dia meneleponku dengan nada marah yang tertahan. "Mau ribut apa lagi sih? Cuma gara-gara aku ngelirik Lisa bentar aja?" "Iya, emang gara-gara kamu ngelirik dia."
3.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 82 fois en tant que kami for kamu
Read
+Librairie
Cowok yang Kukenal dari WA

Cowok yang Kukenal dari WA

Herfisha18
Rizta diajak bertemu oleh Erlan, pria yang ia kenal dari WA. Awalnya ia ragu, tetapi akhirnya Rizta berani menemuinya ditemani sahabatnya. Namun, anehnya di hari pertemuan. "Orangnya kok pake masker sih, Ta?" tanya Vina, seketika aku menoleh. Mata kami saling bertatapan, perasaanku tak enak. Vina memintanya membuka masker, tetapi cowok itu enggan. "Temenmu suruh pulang aja, aku mau ngajak kamu ke suatu tempat. Aku bukan orang jahat kok, nanti aku bakal buka masker. Kamu gak perlu takut," ucapnya melambaikan tangan memintaku mendekat. Takut? Jujur ada rasa itu sedikit. Kenapa dia tak mau melepas maskernya, apa dia sejelek itu?
2.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 44 fois en tant que kami for kamu
Read
+Librairie
Perpisahan Dua Hati

Perpisahan Dua Hati

Menjelang akhir tahun, kalangan sosialita di Kota Wastu mengatakan lebih baik memujaku daripada memuja dewa kekayaan. Karena setelah rujuk dengan mantan suamiku, aku menjadi istri paling materialistis di Kota Wastu. Aku tidak peduli lagi betapa Aswin mencintai wanita itu. Bahkan saat putraku memanggil wanita itu "Ibu", aku juga tidak ambil pusing. Namun, hanya ada satu aturan baru di rumah. Setiap menyebut nama Rosa, harus bayar denda 200 juta padaku. Dengan cara ini, kurang dari dua minggu, aku berhasil mengumpulkan uang 60 miliar. Pada hari perayaan ulang tahun pernikahan kami, Aswin dan putraku menyebut nama Rosa lagi. Wajah mereka berdua menegang, sedangkan aku hanya mengulurkan tangan dengan santai. "Denda 200 juta, transfer ke rekeningku." Putraku akhirnya tidak bisa menahan emosinya lagi, lalu menatapku dengan muak. "Ibu benar-benar matre, ya. Nggak ada hal lain yang ibu pikirkan selain uang? Hal sepele begini saja, kami harus bayar denda, Ibu memang kalah jauh dari Bibi Rosa." Aku tidak membantah, hanya mengulurkan tangan ke arah putraku. "Denda 200 juta, karena kamu yang sebut duluan, kamu juga kena denda."
1.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 47 fois en tant que kami for kamu
Read
+Librairie
Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Saat aku berusia tujuh tahun, wanita cantik yang dibawa pulang oleh ayahku memberiku sekotak mangga. Hari itu, sambil melihatku menyantap mangga dengan lahapnya, ibuku membubuhkan tanda tangannya di atas surat cerai, lalu melompat dari gedung untuk mengakhiri hidupnya. Sejak saat itu, mangga menjadi mimpi burukku seumur hidup. Oleh karena itu, di hari pernikahan kami, aku berkata kepada suamiku, Edwin Faresta, "Kalau suatu saat kamu mau cerai, kasih saja aku buah mangga." Suamiku memelukku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, sejak saat itu, mangga juga menjadi hal yang tabu bagi dirinya. Pada malam Natal di tahun kelima pernikahan kami, teman masa kecil suamiku meletakkan sebuah mangga di atas meja kerjanya. Hari itu juga, suamiku mengumumkan pemutusan hubungan dengan teman masa kecilnya, Rani Delana dan memecat Rani dari perusahaan. Pada hari itu, aku merasa bahwa dialah pria yang memang sudah ditakdirkan untukku. Hingga setengah tahun kemudian, aku kembali dari luar negeri setelah berhasil menegosiasikan kontrak kerja sama senilai dua triliun. Di pesta perayaan itu, suamiku menyodorkan segelas minuman kepadaku. Setelah aku meminum setengahnya, teman masa kecil suamiku, yaitu wanita yang dulu diusirnya dari perusahaan itu, berdiri di belakangku dan bertanya sambil menyeringai, "Apa jus mangganya enak?" Dengan wajah penuh rasa tidak percaya, aku menoleh ke arah Edwin, suamiku. Namun, Edwin justru menahan tawa dan berkata, "Jangan marah ya. Rani bersikeras memintaku untuk mengerjaimu sedikit." "Aku kan nggak kasih kamu buah mangga. Aku cuma kasih kamu sebotol jus mangga saja." "Lagi pula, menurutku Rani benar. Kamu nggak mau makan mangga itu cuma karena kamu banyak tingkah aja." "Lihat sendiri, 'kan? Tadi kamu meminumnya dengan sangat senang." Wajahku langsung menjadi dingin. Aku mengangkat tangan dan menyiramkan sisa jus mangga itu ke wajah pria itu, lalu berbalik pergi. Ada beberapa hal yang selamanya tidak akan pernah menjadi bahan candaan. Mangga bukan sekadar lelucon dan niatku untuk bercerai juga bukan candaan.
12.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 452 fois en tant que kami for kamu
Read
+Librairie
Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku

Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku

Setelah cinta pertamanya meninggal, Livia membenciku selama sepuluh tahun. Aku mencoba segala cara untuk bersikap baik padanya, tetapi dia hanya mencibir, "Kalau kamu benar-benar ingin menyenangkanku, lebih baik kamu mati saja." Hatiku terasa sakit. Namun, ketika truk melaju ke arah kami, dia malah meninggal di genangan darah demi menyelamatkanku. Sebelum meninggal, dia menatapku dalam-dalam. "Andai saja ... aku nggak pernah ketemu kamu." Di pemakaman, ibu mertuaku sangat terpukul. "Dulu, aku seharusnya biarkan Livia dan Edward bersama, bukannya paksa dia menikahimu!" Ayah mertuaku juga membenciku. "Livia sudah selamatkan kamu tiga kali! Dia orang yang begitu baik. Kenapa yang mati bukan kamu!" Semua orang menyesal Livia menikahiku, termasuk aku. Aku diusir dari pemakaman dan merasa patah hati. Tiga tahun kemudian, sebuah mesin waktu muncul entah dari mana. Aku pun kembali ke masa lalu. Kali ini, aku memilih untuk memutuskan semua hubungan dengan Livia dan mengabulkan keinginan semua orang.
5.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 104 fois en tant que kami for kamu
Read
+Librairie
Bisa Tidak Mencintaimu Saja

Bisa Tidak Mencintaimu Saja

Cinta sejati Samuel Dirja diam-diam mengenakan gaun pengantinku. Saat kami berkelahi, dia yang sedang hamil tidak sengaja terjatuh. Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa dia tidak akan bisa hamil lagi. Samuel yang murka pun mengirimkanku ke sebuah biara di luar negeri untuk menjadi biarawati. Setahun kemudian, Samuel datang menjemputku dari biara. Namun, saat dia mengetahui bahwa aku sudah kabur sejak lama dan sekarang menggendong seorang anak, dia memarahiku dengan mata memerah. "Kamu ingin menikah karena memiliki anak, atau kamu ingin menggunakan anak ini untuk menghina Shinta yang nggak bisa hamil?" Samuel tentu tidak tahu bahwa anak ini bukan anaknya. Selain itu, aku pun juga akan segera menikah.
7.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 184 fois en tant que kami for kamu
Read
+Librairie
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

[Heyyy! Gadis kampung! Ini peringatan saya yang ke sekian! Kamu pake guna-guna apa, hah?! Cepetan hilangkan ilmu hitam yang kamu kirimkan pada Ashraf! Kamu tidak pantas menjadi menantu di keluarga Adireja!] Aku menghela napas panjang. Sehari setelah aku menerima lamaran Tuan Muda Ashraf, aku selalu mendapatkan terror dari nomor yang tidak dikenal. Pikiranku yang sedang kacau oleh hal itu, bertambah runyam oleh omelan yang keluar dari mulut cabenya Teh Selvi. “Kalau semua ayam yang kamu goreng gosong? Kamu pergi lagi ke pasar beli ayam lagi pake duit kamu sendiri, punya gak?” cibirnya. Dia tak pernah bosan menghinaku karena kastaku yang dianggapnya rendahan. Aku lupa ada sepasang netra yang menatapku sambil berlinang. “Ibu kenapa?” Aku menoleh ke arahnya setelah Teh Selvi berlalu. “Maafin Ibu sama ayah kamu, Ta! Kalau saja kami punya uang dan menyekolahkan kamu tinggi, mungkin kakak-kakak sepupumu tidak akan merendahkanmu seperti ini?” isaknya. Wa’ Imah hanya sesekali melirik kearahku dan Ibu. “Bu, sudahlah! Sinta tidak apa-apa! Tuhan tidak akan salah memilih orang yang akan Dia tinggikan, Allah tidak hanya melihat dari pendidikannya. Meskipun seluruh dunia merendahkan orang itu, jika Allah meninggikannya semua bisa apa? Ibu hanya perlu mendoakanku agar tetap menjadi orang yang penuh syukur dan berada di jalan-Nya. Ibu mau kan jika Allah memilihku dan meninggikan derajat kita suatu hari nanti?”
9.7329.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 7.9K fois en tant que kami for kamu
Read
+Librairie
Dernier
1
...
1920212223
...
50
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status