Arya Tumanggala 2
Kebo Rawispangeran berkudatempat duduk di punggung kudakereta kuda kerajaanpendekar naik kuda
Di barat daya berbatasan dengan Gunung Kampud, lalu di tenggara berbatasan dengan Gunung Kawi, sedangkan di sepanjang sisi timur dan utara terbentang barisan pegunungan.
Karena hawa dingin dan serbuan kabut itulah, tak seorang pun yang dijumpai pasangan anak muda tadi. Sepanjang jalan yang mereka lalui benar-benar sangat sepi. Semua rumah juga sudah tertutup rapat.
"Sepi sekali perkampungan ini," ujar si pemuda, seraya memandang berkeliling. "Kau tidak salah tujuan kan, Kara?"
Perempuan yang dipanggil Kara, tak lain adalah Citrakara, tertawa kecil. "Aku tidak mungkin salah, Kakang. Ini kampung halamanku, bagaimana bisa salah?"
Hot Chapters