Di balik Kematian Adikku
aku berjalan ke pengkolan tempat tukang ojek konvensional mangkal.
"Bang, ojek," kataku.
"Iya, Mbak,"
Seorang anak muda mengeluarkan sepeda motor dan mendekat padaku. "Kampung Peteng, Mas," kataku sambil naik.
Nama kampungku Peteng, dalam bahasa Jawa artinya gelap. Ada ceritanya, lho ... Dulu, katanya waktu akhir tahun delapan puluhan, sedang giat-giatnya listrik masuk desa di kecamatan kami. Dari tujuh belas kelurahan yang ada, semuanya sudah menyala listrik kecuali desa kami yang masih Peteng ~gelap~ dikarenakan lokasi yang sulit untuk instalasinya. Harus melewati hutan jati yang lumayan luas, perkebunan dan jalan yang belum mulus. Dari situ lah semua orang kalau menyebut desaku dengan seb
Sikat na Kabanata