Petaka Mendua
pekikku, dengan menutup mulut yang nyaris berteriak.
"Buka," ucapnya dengan suara serak. Aku mundur dari daun pintu, dan berlari ke bawah ranjang.
Aku gemeteran. Mengerikan, lelaki dibalik pintu itu, membawa kapak, dengan wajah berlukis make up tebal.
Hampir mirip dengan dandanan badut, ya Allah, menakutkan sekali.
Aku membenamkan wajahku kepada kedua pergelanngan yang sudah mulai berkeringat.
Hot Chapters