Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

bisikku pada pantulan wajah yang asing di cermin. Wajah itu tirus. Tulang pipinya menonjol tajam di bawah kulit yang terbakar matahari dan debu malam. Matanya cekung, dikelilingi lingkaran hitam yang ungu memar. Jenggot kasar tumbuh liar di rahangnya. Tapi mata itu... mata itu berbinar. Ada api di sana. Api yang membakar naskah lama dan sedang menulis naskah baru yang jauh lebih agung.
793 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai kastil terpencil di dalam cermin
Baca
+Pustaka
Terpikat Cinta Gadis Panti Asuhan

Terpikat Cinta Gadis Panti Asuhan

Sembari menatap cermin, ia berdiri di depan westafel menghela nafas panjang mencoba untuk menenangkan diri. "Ya Allah, semoga saja mereka tidak membuntuti aku ke sini," ucapnya dalam hati. "Ah, sudahlah mending sekarang aku cuci muka dulu. Setelah itu, baru keluar dari sini, oke." Syaqilla membuka kran. Lalu, menampung air dengan kedua tangan dan membasuhnya ke wajah. Namun, baru saja ia selesai membasuh. Tiba-tiba saja ia melihat rombongan Natasya CS masuk ke dalam toilet. Sontak saja hati gadis itu mulai jadi tak tenang. Jantungnya kini berdetak kencang, menatap curiga ke arah tiga gadis tersebut.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kastil terpencil di dalam cermin
Baca
+Pustaka
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

Keesokan harinya, Alana berdiri di depan cermin kamarnya, menatap refleksi dirinya dengan tatapan kosong. Seragam putih abu-abunya sudah rapi, rambutnya dikuncir kuda seperti biasa, tapi ada sesuatu dalam matanya yang tidak bisa ia sembunyikan—keraguan. Ia menarik napas dalam-dalam. Namun, bayangan kemarin sore masih terpatri jelas di kepalanya. Kirana berdiri di samping Alfa, tersenyum dan berbicara seolah tidak ada jarak di antara mereka.
858 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai kastil terpencil di dalam cermin
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Kekuatan Luar Biasa Sang Karyawan Magang

Bangkitnya Kekuatan Luar Biasa Sang Karyawan Magang

Di atas kertas, satu simbol terbentuk sendiri tanpa mereka tulis: ⚯ Simbol Cermin Tak Sempurna “Itu tanda dari dunia... yang seharusnya tak terbuka,” bisik Kayla. Sementara itu, Nadine terbangun dari tidurnya dengan mata bersinar keperakan. Di dinding kamarnya, tulisan aksara muncul sendiri—tertulis dalam darah: “DANU AKAN MENJADI AKHIR DARI SEGALANYA.”
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kastil terpencil di dalam cermin
Baca
+Pustaka
Malam di Rumah Tanpa Nama

Malam di Rumah Tanpa Nama

Ki Surya segera menyalakan dupa dan mulai membaca mantra. “Ada sesuatu yang sangat tua di sini,” kata Ki Surya sambil menatap cermin besar di ruang tamu. Ia mendekati cermin itu, meneliti ukirannya yang tampak seperti bunga-bunga biasa. Namun, setelah diperhatikan lebih saksama, ukiran itu sebenarnya menggambarkan wajah-wajah yang menjerit kesakitan. “Ini bukan sekadar cermin,” ujar Ki Surya. “Ini adalah perangkap. Roh-roh yang masuk ke dalam rumah ini ditarik ke dalam cermin, dijebak di sana untuk selamanya.”
845 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai kastil terpencil di dalam cermin
Baca
+Pustaka
Pewaris Kultivasi Iblis, Raja Kelelawar Hitam

Pewaris Kultivasi Iblis, Raja Kelelawar Hitam

Yang paling mencengangkan adalah di tengah ruangan terdapat kolam cermin hitam berdiameter sepuluh langkah, berisi cairan pekat yang tampak seperti tinta namun berkilau seperti cermin. Cairan itu memantulkan bintang-bintang di langit-langit dengan sempurna, menciptakan ilusi seolah kolam itu adalah jendela ajaib ke langit malam yang tak terbatas, atau mungkin portal ke dunia lain yang terletak di balik realitas. Papan nama dari kayu hitam dengan urat kemerahan tergantung di dinding utama, dengan huruf kaligrafi emas yang diukir oleh tangan master: "Pavilyun Bulan Tersembunyi".
1026.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 697 kali sebagai kastil terpencil di dalam cermin
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Kedai ARYA
masih ingin membacanya tor, tapi mo gimana lagi updatenya aja kek males2an kadang sehari cmn 2 bab coba kl update itu minimal 5 bab per hari jd semangat bacanya, kl updatenya sedikit2 ya kita mo bacanya juga nunggu rapelan beberapa hari biar enak bacanya jd dpt alur cerita nya
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Pedang Naga

Pendekar Pedang Naga

Ia tahu kapan harus diam, kapan harus bicara, dan kapan harus mematahkan ilusi dengan pukulan tongkat ke tanah. Setelah tiga hari perjalanan melewati jurang, hutan, dan dataran berkabut, mereka tiba di lembah tersembunyi itu—*Cermin Dunia*. Lembah itu sunyi, dikelilingi batu-batu melayang dan danau memantul seperti cermin. Tapi tak ada kuil. “Elvar,” tanya Kael, “di mana kuilnya?” Elvar menunjuk ke danau. “Kuil kelima tidak ada di luar. Ia di dalam cermin… dan hanya akan terbuka jika kalian berani melihat siapa diri kalian sebenarnya.”
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai kastil terpencil di dalam cermin
Baca
+Pustaka
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

“Lo yakin kita harus masuk?” Arga tidak menjawab, tapi dengan tangan gemetar, ia mendorong pintu itu terbuka. Ruangan itu gelap. Jendela tertutup rapat, dan cermin besar di sudut ruangan memantulkan bayangan kabur mereka. Namun, ada sesuatu yang berbeda kali ini. Cermin itu... tampak seperti berkabut di bagian tengahnya, seolah-olah ada sesuatu yang menempel di permukaannya.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai kastil terpencil di dalam cermin
Baca
+Pustaka
Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.

Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.

Dinding-dinding kaca berpendar dalam temaram lampu hias, memantulkan bayangan mereka berkali-kali ke segala arah dan menciptakan ilusi ruang yang tak berujung. Di sebuah tikungan pertama yang bercabang, Jeno dan Yurina sempat berhenti sejenak. Perhatian mereka tersedot oleh deretan cermin di sisi kiri yang memantulkan bayangan tubuh mereka dengan bentuk memanjang aneh. Keduanya tertawa kecil, asyik menguji pantulan satu sama lain dan melangkah pelan untuk melihat sudut cermin berikutnya.
10814 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai kastil terpencil di dalam cermin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status