Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
QI ABADI : Kebangkitan Wu Xuan

QI ABADI : Kebangkitan Wu Xuan

--- Bayangan Pertama Dari kejauhan, terdengar suara gemerisik halus, seperti pasir mengalir. Suara itu bukan berasal dari lantai. Bukan juga dari dinding. Melainkan dari… Cermin itu. Simbol-simbol di permukaan cermin mulai menyala, merangkai bentuk lingkaran rumit yang memancarkan aura kuno. Yan Mei berbisik, “Ini… bukan sekadar cermin. Ini alat pembaca jiwa.”
104.3K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

Setelah itu Dia mengambil sehelai handuk untuk dikenakannya. Ketika hendak mencari pakaian yang cocok untuk dikenakannya, Suci Roswita tersadar, “Air di kamar mandi, kok hidup,” gerutunya, “Perasaan, kemarin airnya telah aku matikan,” sambungnya sebelum membalikkan badannya. “He! Ada pakaian laki-laki!” pinta Suci Roswita kaget, sebelum perlahan-lahan dia mengangkat kepala untuk melihat ke arah kamar mandi yang setengah bagiannya terbuat dari kaca polos.
558 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

Dinding luarnya retak, jendelanya berdebu, tapi di atas pintu kayu tergantung papan kecil bertuliskan Heri’s Mirrors. Begitu masuk, aroma kayu tua dan debu menyeruak ke udara. Rak-rak kaca berisi cermin berbagai ukuran memenuhi ruangan—ada yang berbentuk bulat, ada yang persegi panjang, bahkan beberapa tampak seperti artefak kuno. “Sudah lama tak ada yang mau masuk ke sini,” ujar Tuan heri sambil batuk kecil. “Anak-anak muda sekarang lebih suka kamera ponsel daripada cermin.”
101.5K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Misteri Di Balik Mata

Misteri Di Balik Mata

Di mana cermin itu? “Di sini,” Farhan berbisik, menunjukkan ke arah ruangan di belakang. Mereka berlari menuju ruangan itu, dan di sana, di sudut, berdiri sebuah cermin besar dengan bingkai kayu tua yang dikelilingi debu. Suci menghampiri cermin itu, merasa ada tarikan yang kuat. “Ini pasti cerminnya,” gumamnya, mendekat untuk melihat lebih dekat.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Bayangan Dibalik Cermin

Bayangan Dibalik Cermin

tanya Andi, suaranya nyaris berbisik. Rani mendekati cermin itu dengan hati-hati. “Kurasa… ini ‘Refleksi Kegelapan’.” Saat mereka semakin dekat, bayangan mereka sendiri mulai memantul di permukaan cermin yang hitam pekat. Namun, bayangan itu perlahan berubah, menampakkan wajah-wajah yang tampak lebih tua dan penuh penderitaan. “Itu bukan kita,” Mira terisak, mundur ketakutan. “Siapa… siapa mereka?”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Cermin Retak Masa Lalu

Cermin Retak Masa Lalu

Mempermalukan diri … Jadi, dia juga berpikir diriku yang sekarang memalukan? Hatiku terasa pahit dan menjawab, “Aku yang berpikiran kotor atau kamu yang kesal karena benar yang kukatakan? Audisi naskah perlu berpelukan seperti itu? Jangan sampai orang mengira kamu adalah pemeran utamanya.” Yufri terdiam, tak bisa membalas. Pada saat bersamaan, Susan dan aku melihat paparazzi yang mulai mendekat.
12.4K viewsCompletedAdded to Library 323 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

“Ini bukan narator. Ini bukan Penulis Tanpa Tinta. Ini… lebih asing dari semua itu.” Dunia Pembaca: Pintu yang Tak Terlihat Kai menyentuh cermin tua di ruang bawah tanah pesantren. Tapi kali ini, pantulannya tidak menunjukkan dirinya. Ia melihat ruangan asing seperti kamar, dengan poster dan catatan-catatan tertempel di dinding. Seorang pembaca sedang menulis… bukan cerita, tapi respon. “Cermin ini tak lagi memantulkan kita,” kata Kapten Arya, suaranya datar. “Cermin ini memantulkan mereka yang membaca kita.”
2.4K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Dewa Immortal Naga Emas

Dewa Immortal Naga Emas

Keesokan harinya, suasana di istana Negeri Assassin terasa lebih tegang. Ruang utama, tempat Cermin Kebenaran akan digunakan, telah dipersiapkan dengan teliti. Cermin itu, yang terbuat dari kristal hitam legam, diletakkan di atas altar batu yang dikelilingi lilin-lilin berwarna merah gelap. Cahaya lilin memantul pada permukaan cermin, menciptakan kilauan misterius yang membuat suasana semakin dramatis.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Hanya lubang hitam lebar, seperti mulut tanpa ujung. Cermin itu berembun dari dalam. Lalu muncul tulisan dari jari tak terlihat: "Biarkan kami masuk." Raka mundur perlahan. Ia meraih salah satu lilin biru yang masih menyala, dan mengikuti nalurinya melemparkannya ke arah cermin. Api biru meledak seketika. Cermin pecah dan jeritan tajam keluar dari retakan kaca, seperti ribuan serangga sedang dibakar hidup-hidup.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Dia yang merasakan cuping telinganya memerah panas akibat kata-kata manis itu, lekas mengalihkan perhatiannya ke depan. Ke arah permukaan tanah yang ada sesuatu di atasnya, berupa cermin rias berbentuk persegi yang kebetulan diletakan di sana, … sampai-sampai Alesya dapat melihat pantulan bayangannya sendiri. “Bahkan, Saya sendiri pun tak bisa menolaknya, untuk terus ditarik oleh pesona Anda.” Selain itu …. “Selain itu, bagi Saya yang dulu menjalani hidup dengan penuh kehampaan ….”
1011.5K viewsOngoingAdded to Library 230 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status