Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menantang Kasta

Menantang Kasta

Di sisi lain kota, Satria juga sedang berdiri di depan cermin lemari kecil apartemennya. Kemeja putih. Jas abu-abu. Dasi hitam polos. Ia mengancingkan jam di pergelangan tangannya, lalu menatap pantulan diri di cermin. “Profesional saja,” gumamnya. “Jangan berlebihan.” Ia terlalu sadar perasaannya mulai bergerak melewati garis. Dan ia juga terlalu cerdas untuk memahami apa arti kalimat Kaluna kemarin malam.
9.937.9K viewsOngoingAdded to Library 872 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Show Reviews (21)
Read
+Library
kartiwie yanie
seneng bgt kak er ada cerita tentang klan gunandhya semoga setelah ini ada cerita tentang zayn,narashima sama yg blm² deh soal ny suka bgt sama semua cerita nyaa luv banyak² buat kak erna aouthor tercinta
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Aku Menghamili Istri Sahabatku

Aku Menghamili Istri Sahabatku

bisik Elena, menunjuk ke arah sudut lorong. Di sana, di antara kegelapan, terdapat sebuah cermin retak yang menutupi seluruh dinding, dan di dalam bayangan cermin itu, Kael melihat sosok wanita yang sangat mirip dengan Elena sedang menunjuk ke arah perut Elena yang ada di cermin sebelah. "Jangan biarkan dia menyentuh bayimu malam ini," bisik suara Elara dari dalam cermin, suaranya terdengar sangat nyata seolah ia berada tepat di samping telinga Kael.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Debu kaca menari di cahaya batu giok, membentuk bayangan-bayangan aneh. Adrian mundur beberapa langkah, tangan menutup wajahnya untuk melindungi diri. “Ustadz…” suaranya parau. “Apa… apa yang terjadi?” “Tenang. Jangan sentuh pecahan itu,” perintah Ustadz Danur dengan nada tegas, suaranya tetap stabil meski terlihat tegang. “Ini bukan kehancuran biasa. Energi di dalam cermin memanifestasikan dirinya.”
101.5K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Show Reviews (16)
Read
+Library
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Read All Reviews
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

Dan ketika ia membuka mulut, ia melihat sekilas bayangan hitam bergerak di balik tenggorokannya. Itu bukan dirinya lagi. “Aku… apa yang terjadi padaku?” Cermin bergetar pelan, lalu retak sedikit. Lusih mundur, napasnya kacau. Tepat pada retakan cermin, muncul huruf-huruf samar seperti kabut yang membentuk kata: K A M U T E L A H D I P I L I H Lusih menutup mulutnya, menahan isak.
6836 viewsCompletedAdded to Library 32 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

"Lihat ke depan. Lihat dirimu di cermin itu." Di sudut ruangan, cermin kaca tua memantulkan bayangan kami. Nadia yang terhimpit di antara tumpukan dokumen, tubuhnya bergoyang hebat mengikuti hentakanku. Payudaranya yang montok bergoyang-goyang tak terkendali, kuncupnya yang merah muda menegang sempurna. "Tuanhh," bisik Nadia, matanya yang sipit terbelalak melihat pemandangan itu. "Aku terlihat... ahhh... nakal sekali..."
3.8K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
I am The Real King

I am The Real King

Ken mengedikan bahunya, mengerti. Baru saja Ken ingin mengatakan sesuatu, Erry menggeser sebuah lukisan klasik yang tergantung di pojok kiri. Ia mengernyit melihat sebuah benda yang ditutupi oleh kain hitam. Sreet, Erry menariknya tanpa izin dan terlihatlah sebuah cermin berukuran besar berwarna hitam. "Cermin ini," ujarnya menatap tajam, lalu beralih ke Kenio yang kini berdehem sambil melihat ke arah kanannya.
107.2K viewsOngoingAdded to Library 201 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
The Blue Eyes

The Blue Eyes

ucapku pada Johan yang mendekat. "Aku juga mikirnya gitu, Mas. Coba lihat itu," tunjuknya ke cermin bulat di dekat meja. "Cerminnya juga berkilat, tanda sering dibersihkan," lanjutnya. Aku mengangguk menyetujui. "Ayo, kita keluar, aku mau memastikan sesuatu," sela Risty sambil jalan mendekat.
95.7K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

Tama kemudian mencium lembut dahi Winda dan menuntunnya untuk duduk. Namun, Winda bisa merasakan kegelisahan dalam diri Tama. Selama beberapa item dilelang, tatapan Tama tampak kosong. Kakinya tak berhenti gemetar gugup di bawah meja. Saat permata "Hati Gemilang" akhirnya dipamerkan, Tama langsung menyatakan penawaran tertinggi tak terbatas, lalu berpamitan pada Winda. "Winda, aku mau ke toilet sebentar. Kalau ada yang kamu suka, langsung tawar saja."
27.3K viewsCompletedAdded to Library 763 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
MISTER GEPENG

MISTER GEPENG

Ucapku sambil menunjuk kearah cermin Untuk menggalinya kami harus memecahkan cermin itu dan juga menghancurkan wastafel itu. Alex memukul cermin itu dengan keras hingga beberapa serpihan cermin terpental kearah kami. Vino mencoba untuk menghancurkan wastafel dan juga aku memukul nya dengan palu. Saat alex menghancurkan cermin itu, alex melihat ada kain putih dari balik cermin itu.
104.2K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
Cermin Dari Nenek

Cermin Dari Nenek

teriak Ibu, kemudian beliau masuk dengan cepat ke dalam rumah untuk menyusul Lala. Sementara di dalam kamar Lala ... "Merre!" bentak Lala sambil terus mengetuk kaca cermin tempat Merre berada. Tak beberapa lama terlihat cermin itu bereaksi. Angin yang teramat dingin dirasakan oleh tangan Lala dan sebuah bayangan putih tampak di dalam cermin. "Ada apa, Lala?" tanya bayangan itu. "Keluar kau!" Bentak Lala pada bayangan itu.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as kastil terpencil di dalam cermin
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status