Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NASI BERKAT

NASI BERKAT

Minum obat hanya untuk meredakan, kalau sudah parah hanya sedikit membantu. Itulah mengapa Pak Kasno tak bisa bekerja terlalu capek, jika kambuh kadang sampai dua atau tiga hari baru sembuh, malam hari tak bisa tidur. Hanya bisa duduk bersandar pada kepala ranjang, agar tetap bisa bernapas sedikit nyaman. Jika berbaring, maka bisa dipastikan sesak di dadanya akan semakin betah. Mak Siti, istrinya, selalu terjaga, setia menunggui suaminya, jika sewaktu-waktu pak Kasno butuh sesuatu atau bantuan, dirinya langsung bergerak cepat. Tak ada kata capek, atau keluhan, semua dia lakukan dengan ikhlas, sebagai bentuk baktinya kepada suami.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai kasur untuk orang sakit
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Cinta Atasanku

Terjerat Hasrat Cinta Atasanku

Arseno sambil memberikan secarik kertas tersebut. Pegawai rumah sakit yang melihat itu dia pun melototkan matanya dan mulutnya menganga dia tak biasa melihat seseorang yang memesan kamar VVIP di rumah sakit ini. “Wah ini bukan orang kaleng-kaleng nih memesan kamar VVIP di rumah sakit ini, padahal Rumah Sakit ini rawat inap biasa aja mahal apalagi yang VVIP Wah harus cepat ini.” gumam petugas kesehatan di dalam hati.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai kasur untuk orang sakit
Baca
+Pustaka
SETELAH DIJUAL IBU TIRIKU

SETELAH DIJUAL IBU TIRIKU

“Pak Saga, Kirimkan makanan sehat ke rumah sakit, cukup untuk dua orang. Bubur ayam hangat, sup sayuran, dan susu segar. Jangan terlambat.” Begitu ia meletakkan kembali gagang telepon, Satya menghela napas panjang. Ia melirik sekilas ke arah Caca yang masih tertunduk. “Kamu juga butuh makan. Kalau kamu sakit lagi, siapa yang bisa aku andalkan di sini?” Kata-kata itu membuat Caca terdiam. Dadanya bergetar, tidak menyangka pria yang dingin dan keras kepala itu bisa mengucapkan kalimat yang terdengar begitu… peduli.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kasur untuk orang sakit
Baca
+Pustaka
DARI BABU JADI MADU (Semua bukan keinginanku)

DARI BABU JADI MADU (Semua bukan keinginanku)

Ada yang kakinya tinggal satu, ada yang matanya diperban, ada yang berjalan membawa selang ke kamar mandi, ada juga anak-anak yang sakit karena cacat kepalanya. Di rumah sakit memang macam-macam pasien, dari luka parah sampai terkena sakit flu, dari penyakit jantung maupun kudis, ada juga yang hendak melahirkan. Miris melihat pemandangan-pemandangan tersebut. Maklum, namanya juga rumah sakit. Rumah yang khusus menampung orang-orang sakit.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai kasur untuk orang sakit
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

“Lu cuma tahu sebagian ceritanya Kas.” “Lu mau jelasin apa lagi sih?” “Gue sakit Kas. Dan penyakit gue mungkin bisa aja berdampak buruk sama orang di sekitar gue.” “Gue nggak masalahin penyakit lu. Fakta kalau lu cuma manfaatin gue sampai sekarang yang nggak bisa gue terima.” “Apa gue nggak boleh mendapatkan yang terbaik buat gue?”
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai kasur untuk orang sakit
Baca
+Pustaka
Telat Nikah

Telat Nikah

Kitchen set, sofa super empuk bagi penunggu, perlengkapan ibadah, juga kamar mandi yang didesain sesuai kebutuhan penderita sakit. Sementara untuk pasien sendiri menempati satu kamar khusus. Terdapat dua ranjang serba putih di sana. Satu dilengkapi dengan remote dan tombol-tombol dengan fungsi berbeda-beda. Satu diperuntukkan bagi si penunggu. Di sanalah kulihat wanita paruh baya tengah berbaring miring. Memandangi langit di luar jendela kaca tanpa beralih meski Pak Indraguna menyapanya.
9.926.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 852 kali sebagai kasur untuk orang sakit
Baca
+Pustaka
TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

"Di mana kasur itu? Itu kasur buatan nenek saya. Sudah menemani saya sejak SD. Jangan dibuang! Saya nggak akan memaafkan Anda kalo kasur itu dibuang!" Gavin berdecak jengkel. "Mungkin sudah dibakar pembantu saya ...." "Pak Dokter jahaaat!" jerit Prisha. "Kasur itu cukup bersih dan wangi! Saya rutin mendesinfeksinya dua hari sekali! Sarungnya bersih! Bebas kuman! Kembalikan kasur saya!" "Nggak bisa. Sekarang udah hangus kayaknya."
10107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai kasur untuk orang sakit
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Rimbun Cahaya
Haloo teman-teman, nggak kerasa udah akhir Ramadhan. Cerita ini juga udah menjelang ending. Mohon maaf jika agak slow update berhubung mendekati hari raya. Setelahnya mudah-mudahan bisa lancar update lagi. Semoga kalian terus membersamai kisah ini... Love love sekebon buat kalian
Ghina1430 Munawarah
halo Thor boleh saran ga ...... maaf Thor ini crtanya sdh mau selsai ..sblum selsai tolong jgn lupa kisah nya Keyko sama erzhan Thor .semngt Thor .di tunggu up date nya Thor ..jgn lama2 ya Thor ... terimakasih
Baca Semua Ulasan
SETELAH IBU PUNYA SUAMI BARU

SETELAH IBU PUNYA SUAMI BARU

Kak Nur menanyaiku yang masih memperhatikan wajahnya dari jarak dekat. "Iya, Kak. Aku sudah sehat, kok. Hanya masih sedikit pusing saja kalau berdiri." Kak Nur membantuku naik ke kursi roda, sementara dia membawa karpet dan bantal yang dibawanya saat hari pertama aku dirawat. Karpet dan bantal yang digunakan untuk tidur di lantai samping ranjang pasien.
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai kasur untuk orang sakit
Baca
+Pustaka
Pelayan Kesayangan CEO Arogan

Pelayan Kesayangan CEO Arogan

"Kondisi Sasa masih membutuhkan pengawasan medis yang intensif beberapa hari ke depan. Di mansion, fasilitasnya jauh lebih lengkap dan ada perawat pribadi yang bisa dipanggil kapan saja jika terjadi sesuatu secara mendadak. Kalau di kontrakan, saya takut Ibu justru akan kelelahan karena harus mengurus Sasa, padahal Ibu sendiri juga harus menjaga kesehatan." Mendengar penjelasan Javendra yang begitu logis dan penuh perhatian, Ibu Sasa langsung merasa tersentuh. Beliau mengangguk paham, merasa tidak enak jika harus menolak kebaikan pria yang sudah membiayai seluruh pengobatan mereka.
10162.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai kasur untuk orang sakit
Tampilkan Ulasan (48)
Baca
+Pustaka
Apple Cherry
ini babnya emang banyak ya, tapi bukan yang bertele-tele, setiap babnya punya tujuan yang jelas, dan saling terkait, bukan mengulang2 atau muter-muter konfliknya. feel free untuk komentar berupa kritik ataupun saran membangun selagi dengan cara yang baik ya nggak frontal. semoga semuanya terhibur ^^
JAMILAH HAFIZ
Aku ngerasa tenang bangat baca novel ni ga stres, santai2 aja,aku baca novel mau tenang2 setelah lelah kerja,kalau baca yg stres2 bikin fikiran ga tenang.. aku udah Berenti baca novel2 lain yang kebanyakkannya menstreskan fikiranku......aku suuukaaa bangat baca novel ni, update banyak2 lagi ya babnya
Baca Semua Ulasan
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

lanjut Asha. “Hah? Tahu dari mana? Itu penyakit apa emangnya?” Akash benar-benar tidak tahu apa yang dihadapinya saat itu, sampai Amerta memeluknya dan Kinasih merangkul putrinya. “Selamat ya,” ucap Amerta sambil memeluknya erat. “Loh, katanya aku kena syndrome… apa tadi namanya? Kok malah diselamatin gini?” tanya Akash sambil melepas pelukan ibunya.
9.99.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai kasur untuk orang sakit
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status