Teruntuk Mantan Istri Suamiku
kataku seraya melihat buah mangga yang menggantung di atas pohon.
Buahnya begitu lebat, meskipun pohonnya masih terbilang kecil.
"Ngapain, Teh?" Neneng datang, dan langsung menghampiriku.
"Buah mangga kayaknya enak, ya Neng?"
Neneng mengernyitkan kening mendengar ucapanku.
"Masih pagi, Teh. Masa, iya makan buah mangga mentah pagi hari. Nanti atuh, tengah hari, sambil rujakan," tutur wanita berbadan subur itu.
Hot Chapters