Aku Menyerah, Mas!
Ngeri jatuh jika tidur di atas ranjang.
"Kamu mau makan lagi nggak, Sayang?" tanya Dilan seraya memindai wajahku.
"Masih kenyang. Nanti saja malaman kali, Yang. Udah gih, kamu istirahat. Kamu 'kan capek seharian kerja."
Dilan menggeser tubuhnya lebih mendekat, melingkarkan tangan di pinggang dan mengecup pipiku.
"Kangen lama gak peluk-peluk istri aku. Istri aku sekarang sibuk sama anak-anak sampe papanya dilupakan," Protes Dilan.