Sistem Aura (Infinity)
Jadi … mohon maaf.
Untuk penolakan tegas itu sedikit menguarkan rasa kecewa dalam diri Kael. Namun, malah menjelma sebagai kecanggungan.
Ia mengangkat gelas kopi panasnya, yang saking panasnya ia taruh kembali lantaran tidak jadi menyesapnya, tapi segera ia mencelup wafer pada kopinya dan melahapnya dengan tenang. Ia menekan kacamata hitamnya sedikit supaya lebih melekat juga meredakan kecanggungan—bukannya apa-apa, faktanya ia menjadi dilema dan tidak tahu lagi kata-kata apa yang harus dilisankan.