Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cops And School! (Indonesia)

Cops And School! (Indonesia)

Ia tidak begitu suka membaca kecuali bacaan yang memang dia sukai. Tidak terasa ini hampir istirahat siang, di jam pelajaran ini ia hanya mencoret-coret bukunya, pelajaran bahasa inggris sangat membosankan baginya. Menurutnya, hanya dengan melihat film atau membaca novel bahasa inggris itu sudah cukup membantu dirinya untuk menjawab soal-soal ujian. Saat Mrs. Kang sedang menjelaskan tiba-tiba Guru Park memasukki ruang kelas dan berbicara pelan pada Mrs. Kang, semua yang ada di kelas terdiam melihat Guru Park. Selang beberapa menit, Mrs. Kang dan Guru Park pergi ke luar kelas lalu selang beberapa detik Mrs. Kang kembali masuk dan Guru Park berada di samping pintu masuk.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai kata-kata filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

Ia pura – pura bersikap biasa saja, namun Herrscher bisa merasakan perubahan raut muka Death. “Ada apa Death? Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu,” tanya Death. “Tidak apa – apa. Aku hanya memikirkan sesuatu yang acak. Hahaha. Sepertinya aku mulai overthinking.” Death membohongi Herrscher. “Ternyata entitas sepertimu bisa overthinking juga, ya. Hahaha.” Mereka tertawa bersama sambil tetap menyeduh kopi mereka yang tidak kunjung habis. Ketika mereka menaruh kopi tersebut di meja, secara ajaib kopi itu terisi penuh seperti sedia kala.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai kata-kata filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Milk and Coffee

Milk and Coffee

Ia kemudian duduk di hadapan Sabrina. “Berkas yang aku susun dua hari terakhir, hilang, hehe,” Sabrina meracau. “Kasur empuk kali ya,” Awang terbelalak. Ia langsung menyeduhkan kopi untuk Sabrina. “Nih diminum!” katanya. Sabrina mengangkat kepalanya. Ia lalu menyeruput kopinya. “Enak,” pujinya. “Itu kopi instan,” balas Awang.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai kata-kata filosofi kopi
Baca
+Pustaka
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

tanya Langit “Pahit dan manis pak” kata Adelia ragu karena sudah menyadari ada yang salah dengan kopi ini walau ia tak tahu itu apa. Langit menghentikan kegiatannya. Diletakkannya berkas yang ia pegang di atas meja lalu berkata. “Pahit dan manis” kata Langit kali ini sambil memandang Adelia yang duduk di sampingnya. “Seperti yang kamu bilang, rasa kopi itu pahit dan manis kan” tanya Langit lagi.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai kata-kata filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Queen of Shield - Putri Sang Duke

Queen of Shield - Putri Sang Duke

“Benar. Kopi adalah minuman penyemangat yang bisa membantumu tetap terjaga di tengah kesibukan. Cobalah, tidak ada salahnya.” Dengan ragu, Koa mengambil cangkir kopi itu dan mengirup aroma khasnya yang melayang di udara. Rasa penasarannya melanda, dan Koa memberanikan diri untuk mencicipi. Saat cairan kopi menyentuh lidahnya, ia merasakan rasa yang begitu unik dan baru. Black yang melihat reaksi aneh di wajah Koa sontak tertawa. “Bagaimana rasanya?” tanya Black antusias.
1027.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 811 kali sebagai kata-kata filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Jodohku Seorang Janda Kaya Raya

Jodohku Seorang Janda Kaya Raya

Lintar tertawa lepas mendengar perkataan Dewi, "Hahaha ...." "Kayanya itu bukan coklat," ucap Dewi. "Iya, sih. Itu kopi," jawab Lintar. "Aku bilang coklat karena takut diomelin sama kamu," tambah Lintar bicara sejujurnya. "Aku kemarin sudah bilang, kamu jangan minum kopi hitam. Kasihan lambung!" hardik Dewi. "Mau bagaimana lagi? Aku ini sudah candu kopi hitam, sama seperti aku candu akan cintamu."
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai kata-kata filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

“Dan nggak ada yang menang atau kalah?” “Aku yang menang.” Laya sesap kembali kopinya. Pahit dan manisnya gula rendah kalori bercampur jadi satu. Dan aroma khas kopi yang menguar juga merebakkan sensasi menenangkan. “Aku suka kalau kita ngobrol kayak gini. Jadi ingat masa-masa kuliah dulu. Kamu nggak pernah berubah bahkan sampai hari ini; ambisi.”
1.518.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai kata-kata filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Tercinta Tuan Muda

Istri Kedua Tercinta Tuan Muda

"Kau butuh pelampiasan, Heh? Tiba-tiba ingin membuatkan kopi untukku." 'Apa hubungannya kopi dengan pelampiasan yang Mas maksud?' Kina mengerutkan kening, menatap Zayyan aneh. Kina berpikir keras untuk mengetahui maksud perkataan suaminya, dan saat dia tahu matanya seketika melebar. 'Ko-kopi bikin mata jreng, mata jreng artinya begadang. Dan kalau sudah begadang itu sama dengan skidipapap. Aaaaa … bajingan!!' batin Kina, sudah cengengesan bodoh ke arah Zayyan. "Bukan, Mas. Hehehe … bukan begitu," ucapnya cengar-cengir sembari menggaruk daun telinga. Tampang Kina takut bercampur gelisah, panik Zayyan akan melakukan itu.
1087.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai kata-kata filosofi kopi
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
CacaCici
Holla, MyRe. Mohon maaf untuk bab 15, dan tolong jangan dibaca dulu. Bab tersebut bukan bab dari cerita ini, CaCi salah up. Sekarang sedang proses revisi, tetapi karena besok hari Minggu dan editor libur mungkin hari Senin baru revisinya direview oleh editor. Mhn Maaf sekali lagi, MyRe. 人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•
ryutaa
12-8-25 23:40 done kelar baca novel ini hehehe cerita disini jg ada spilannya nindi n cacan makasih ya kak,ceritanya seru semua... cuma agak gmna gitu giliran mendekati ceritanya zana-ebrahim typo nya banyak bngt hiks T.T tp ku suka kok wlwpun kadang kesel pas Nemu typonya ahaha. maapken ya caci
Baca Semua Ulasan
Dinikahi Majikan Jutek

Dinikahi Majikan Jutek

Namun tak lama dia menyemprotkannya kembali. "Kenapa, Mas?" Naysila terkejut melihat Pak Fikri memuntahkan kopinya. "Ini kopi apa racun, Nay? Rasanya asin!" Wajah Pak Fikri nampak marah. "Kopi buatan kamu tak seenak buatan Alsava," imbuhnya seraya meletakan kembali cangkir yang berisi kopi itu. "Jangan bandingkan aku dengan gadis bodoh itu, Mas." Naysila geram.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kata-kata filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Seorang Anak yang Mirip Denganmu

Seorang Anak yang Mirip Denganmu

Dia mulai pusing memikirkannya. Mungkin saat Devita membawakan kopi jam 10 pagi nanti, dia bisa mengatakan “kopi Anda, Pak, dan oh, sebagai informasi, fakta menarik hari ini adalah tentang kondom yang rusak”, atau sesuatu seperti “espresso Anda, Pak. Saya harap Anda cukup kuat untuk melanjutkan sisa hari Anda setelah mendengar ini”.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai kata-kata filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status