Kita yang Terluka
Pikirannya masih kalut sekali karena pengalaman buruk tadi.
“Tidak ada yang rendah atau tinggi, kita sama-sama makhluk di bumi ini. Hanya mereka yang berjiwa kerdil dan berpikiran sempit saja yang begitu mendewakan materi hingga memandang orang lain ada di bawah dirinya. Merasa paling tinggi, padahal tujuan hidup di dunia ini hanya menunggu mati.” Azzam berdecak kencang. Jujur saja, dia juga emosi sekali melihat arogansi Arneta tadi. Seharusnya, wanita itu menyerang suaminya yang main hati.
Mendekati adzan Isya’, mobil memasuki halaman. Zahra menoleh ke arah Azzam melihat mobil Ammar terparkir di halaman. Hari itu memang jadwal Ammar berkunjung dan bermain dengan anak mereka.
Hot Chapters