Ujung Senja
“Bagi lelaki, pekerjaan adalah harga diri, Ra. Dan sejak aku berhenti bekerja, harga diriku sudah aku letakkan di kaki Wina, istriku.”
Aku bisa menangkap luka dalam suaranya, juga di wajahnya. Sedalam apa perih di dalam sana? Apakah lebih sakit dari duka yang aku rasa.
“Terdengar jelek ya, Han? Semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik.”
“Aku harap begitu, Ra. Tak mudah menjalani hidup seperti aku.”
Aku paham. Apa rasanya lelaki tidak bekerja? Jika itu Asman, aku yakin lelaki itu sudah membunuhku karena frustrasi.
Hot Chapters