Menuju Matahari
“Dalam istilah Jawa, namanya ilmu Tapak Sewu. Dalam khasanah mistik sufi Arab Islam, itu disebut Tay Al Arz. Kita melangkah setapak, namun sejatinya menempuh jarak ratusan atau bahkan ribuan pal di alam dunia nyata. Maka dalam sekejap sekedipan mata, kau menempuh jarak sejauh Pasir hingga Cakrabuana—yang bila dikerjakan dengan cara wajar, akan butuh, itu tadi, dua hari perjalanan.”
Pratiwi batal makan, karena melongo sejadinya.
“Itu… itu sungguhan…?”
“Ya. Kan kubilang, ranah pikir yang melompati akal pikiran itu sendiri. Percuma kaubedah dengan akal sehat. Tidak akan ketemu. Terima saja. Jalani saja.”
Gadis itu menelan ludah. “Tapi… tapi… kenapa? Yang terjadi itu tadi apa sebenarnya?”