Karma Perselingkuhan
Kang Amin berdehem.
Aku melepas pelukan Bapak, lalu tersenyum pada Kang Amin sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada. "Maaf, Kang. Habis kangen banget sama Bapak. Kang Amin, apa kabar?"
"Alhamdulillah, baik, Fat. Ayo, kita ke mobil. Biar cepet pulang. Atau, mau jalan-jalan dulu di Jakarta?"