Dinikahi untuk diduakan
Setelah mereka pergi aku mulai banyak berdoa, berdoa agar apa yang aku fikirkan tak terjadi, berdoa agar Syafia dan suamiku baik-baik saja di perjalanan dan segera kembali pulang kerumah, aku hanya menggertak suamiku dengan mengancamnya, aku tak ingin sungguh-sungguh terjadi sesuatu yang buruk menimpa mereka.
Aku mencoba menghubungi staf kantor yang lain dan menanyakan perihal pernikahan Utari.
Aku mendapat kabar bahwa memang betul hari ini sedang berlangsung pesta pernikahan Utari dengan pria pilihannya yang merupakan teman nya waktu kecil dulu, suami Utari itu bekerja di salah satu perusahaan milik pemerintah, sepertinya dia cukup mapan, syukurlah jika Utari menemukan sosok laki-laki yang
Bab Populer