Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kontrak Pernikahan sang Pewaris

Kontrak Pernikahan sang Pewaris

jelas Cahaya. "Oh tante sama Om udah berangkat?" tanya Cahaya. "Iya, ada?" Cinta kembali bertanya karena pertanyaannya yang tidak di jawab Cahaya. "Aku sudah mengirim pesan chat padamu tapi sepertinya kamu belum membaca pesanku." Light berbicara dengan gugup. "Apa itu?" Tanya Cinta yang begitu sangat penasaran.
7.322.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 597 kali sebagai kata-kata tentang cahaya
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

HAHAHAHAHA HAHAHAHAHA “CAHAYA SEPERTI INI HANYA BISA MENAHANKU AGAR TIDAK BISA MENGELUARKAN KEILMUAN YANG MEMAKAI JIWA-JIWA YANG ADA DI DALAM SANA UNTUK AKU MANFAATKAN. ” “NAMUN, ” “AKU MASIH KUAT UNTUK MELAWANMU MESKIPUN AKU MEMAKAI TANGAN KOSONG. ” HAHAHAHAHA Meskipun cahaya itu sudah membuatnya tidak bisa mengeluarkan keilmuan yang dia miliki, namun tetap saja Kala itu adalah makhluk yang sangat kuat, sangat manipulatif, dan penuh dengan kebohongan yang seringkali membuat para manusia terjebak hingga terhasut olehnya.
9.8682.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.2K kali sebagai kata-kata tentang cahaya
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
Istri Figuran CEO Arrogant

Istri Figuran CEO Arrogant

“Kalian berdua bergerak sangat cepat, ya?” “Aku tidak merasakannya demikian,” jawab Cahaya dengan tegas, “Ketika kamu menemukan orang yang tepat, kamu harus memanfaatkan kesempatan itu dan tidak melepasnya.” “Waktu yang tepat?” Cipto tertawa sinis, “Kadang-kadang, meskipun kita berusaha sebaik mungkin, air mata tetap tidak bisa dihindari.” Cahaya hanya diam, tampak tidak sabar dengan argumen yang terasa tidak produktif baginya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai kata-kata tentang cahaya
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Dengan wajah tanpa dosa, Cahaya memasang senyum cengir kuda untuk menutupi kebohongannya. "Emang kenapa? Kok tiba-tiba kakak nanyain soal Kak Aditya? Kakak pasti cemburu ya? Masa sama teman sendiri cemburu sih!" Kini gantian Cahaya yang meledeknya. "Ya, yang namanya cemburu itu nggak pandang oranglah. Entah itu teman atau bukan, cemburu ya tetep aja cemburu tau!" sahut Langit.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 458 kali sebagai kata-kata tentang cahaya
Baca
+Pustaka
ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

kata Carissa dengan senyum melebar. “Semoga saja mereka mengalami apa yang selama ini dialami oleh Cahaya!” ujarku dengan kilat mata penuh emosi. “Iya, Mbak! Aku jadi nggak sabar, deh, lihat mereka cacat mental!” kata Carissa seraya terbahak. Seakan hal itu adalah lelucon baginya. Klek ... kriet ....
1064.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kata-kata tentang cahaya
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

“Mereka mencoba melemahkan hatimu, Ratna.” “Kalau begitu, mereka tidak tahu aku sudah terlalu sering hancur untuk bisa dikalahkan oleh kenangan,” balas Ratna pelan. Singa Putih menatapnya dengan sorot kagum. “Semakin kau terluka, semakin kuat cahaya itu tumbuh. Tapi hati-hati, cahaya yang terlalu terang bisa membakar pemiliknya.” Ratna tersenyum tipis. “Aku tahu batasnya. Aku hanya tidak tahu... apakah batas itu masih perlu kutakuti.”
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai kata-kata tentang cahaya
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Sang CEO

Kontrak Cinta Sang CEO

Dan tepat sebelum kabutnya runtuh, suara Dira terdengar lirih tapi jelas: “Kalau dunia ini gelap… maka biarlah aku jadi cahaya yang kecil. Karena cahaya sekecil apapun… tetap bisa menantang malam.” Cahaya dari tubuh Dira semakin meluas, seperti aliran hangat yang menyelimuti kami semua. Aku bisa merasakannya—seolah luka di dalam hatiku sedikit demi sedikit mereda. Seolah ada bisikan halus yang berkata, “Jangan menyerah. Selama masih ada cahaya, harapan tidak pernah mati.”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kata-kata tentang cahaya
Baca
+Pustaka
Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir

Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir

Dia memamerkannya pada dunia luar dan bahkan mengirimiku pesan. [ Dasar jalang nggak berguna! Sudah kutahu yang mandul itu kamu! Ini karmamu! ] Aku mengetik sebuah pesan dengan santai, lalu mengirimnya. Johannes yang masih tenggelam dalam kebahagiaan karena memiliki seorang putra mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan itu. [ Kamu belum tahu, alasan kita nggak punya anak bukan karena aku, tapi kamu. Johannes, kamu mandul. Semoga kamu bahagia. ]
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai kata-kata tentang cahaya
Baca
+Pustaka
QI ABADI : Kebangkitan Wu Xuan

QI ABADI : Kebangkitan Wu Xuan

“BUKAN TAKUT. BUKAN MARAH. HANYA USAHA UNTUK MENYELAMATKAN DUNIA INI.” “Dengan membunuhku?” “DENGAN MEMATIKAN CAHAYA YANG TERLALU TERANG.” Wu Yao mencibir. “Kalau begitu, lihat seberapa terang aku bisa bersinar.” --- 3. Aktivasi Warisan — “Singularitas Cahaya” Wu Yao menutup mata.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai kata-kata tentang cahaya
Baca
+Pustaka
Darah dan Takdir

Darah dan Takdir

Cahaya lentera yang temaram menciptakan bayangan bergerak di sekelilingnya, seakan menari bersama ketegangan yang menggantung di udara. Di hadapannya, terbuka sebuah surat dengan tinta yang mulai pudar, tetapi kata-katanya masih jelas terbaca. Jemarinya mencengkeram lembaran itu erat-erat, napasnya tertahan saat matanya menelusuri isi yang kini mengubah seluruh pandangannya tentang siapa dirinya. “Sang Cahaya bukanlah anugerah, melainkan kunci. Dan kunci harus dikorbankan agar gerbang tetap tertutup.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai kata-kata tentang cahaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status