RIYANTI: Kekuatan di Balik Air Mata
Air matanya mulai membanjiri pelupuk matanya dan perlahan jatuh membasahi pipi.
“Ayah, Bu. A-Ayah ….”
“Kenapa sama Ayah, Sayang?”
Suara Putri bergetar, kedua manik indah milik sang anak membengkak. Pandangannya kosong menatap pintu yang terbuka. Riyanti memeluk erat putri satu-satunya itu, mendekapnya penuh dengan kasih sayang. Tapi, dalam hati Riyanti menangis meratapi apa yang mereka alami.