Di Ujung Senja
Rambutnya ia gerai dengan jepit mutiara ya menjepit rambut bagian kirinya.
“Punya kamu gimana, sudah beres?” Adnan kembali serius pada jalanan yang ada di hadapannya, mencoba mengusir rasa yang begitu kurang ajarnya kembali datang dan hadir menyiksa diri Adnan.
Redita tidak menjawab, ia hanya tersenyum kecut sambil menggeleng perlahan, membuat Adnan kembali menoleh dan menatap gadis itu sekilas.