ISTRI KEDUA AYAHKU
ISTRI KEDUA AYAHKU 38
Aku menahan nafas, berusaha tak menghirup aroma maskulin yang segar dan menenangkan, yang menguar dari rambut ikal yang ada di depanku. Sementara jika aku membuka mata, sebuah punggung berbalut kaus hitam yang tegap dan gagah langsung memenuhi ruang pandanganku. Jarakku dengan punggung itu hanya sejengkal, membuatku dapat melihat bulu bulu halus yang tumbuh di bagian belakang lehernya.