Rasa
keluarga kami, terutama dalam menjaga umma dan adik perempuan saya, nyatanya perusak handal yang menghancurkan semuanya. Janjinya palsu. Sikapnya sudah cukup menegur saya, bahwa selama ini, saya salah menjadikan beliau contoh dan role model yang mampu segalanya. Saya benci, benci, dan benci. Benci pada diri saya sendiri yang justru membiarkan luka di tubuh umma semakin dalam. Semenjak kejadian itu, saya tak pernah lagi meletakkan kepercayaan saya pada siapapun. Menurut saya saat itu, semua orang jahat. Saya pernah menjadi anak paling nakal pada masanya, karena saya kebingungan dan tak tahu harus melakukan apa. Saya merasakan, dunia saya hilang. Menjadi nakal, adalah cara yang paling pantas
Hot Chapters