Maaf, Aku Bukan Orang Kaya
Rasanya tersiksa, padahal perut sangat lapar.
“Sudahlah, mulai sekarang gak usah bantu Ibu jualan. Mulut-mulut orang sini lumayan berbahaya, mereka doyan komentar urusan orang. Lagipula, kamu kan lagi hamil. Mending diam saja lah, untuk urusan makanmu Ibu masih bisa nafkahi.” Karena tak ada secuil pun makanan yang bisa masuk perutku, Ibu memberiku air hangat lagi untuk diminum sembari mengolesi perutku dengan balsam. “Namanya hamil muda wajar kalau mual muntah, pusing, susah makan. Tapi jangan sampai tak ada sedikit pun makanan yang kau telan, nanti janinmu kenapa-napa. Kalau dirasa rasa mualmu sudah baikan, segera makan sedikit-sedikit asal sering.”
Hot Chapters