Keperkasaan Tukang Kebon
Betapapun kejujuran Karyo menyakitkan, dia lebih memilih itu daripada kebohongan.
"Ning aku ngerti kuwi mung ngimpi, Dik," (Tapi aku tahu itu hanya mimpi, Dik,) lanjut Karyo, suaranya melembut. "Sepinter-pintere aku nang ranjang, Bu Maya tetep nganggep aku mung alat. Programne sukses, aku bakal dilalekke. Ora bakal ono kelanjutane." (Sepintar-pintarnya aku di ranjang, Bu Maya tetap menganggap aku hanya alat. Programnya sukses, aku akan dilupakan. Tidak akan ada kelanjutannya.)
Hot Chapters