Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Titik terakhir

Titik terakhir

Dalam batin menunggu, bisakah kamu menyapaku lebih dulu? Tidak, pemuda tersebut punya benteng terkuat. Berjalan santai sembari kedinginan menatap jauh ke depan. Hanya sekilas melirikku yang ingin tenggelam dalam kepura-puraan. Pertemuan terakhir yang membosankan menjadi hal yang paling aku sesali. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku akan berteriak. "Bagaimana kabarmu?", "Bagaimana dengan kelangsungan tunanganmu?" aku harap pernikahan itu batal.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kesempatan terakhir
Baca
+Pustaka
Pilihan Terakhir: Cerai

Pilihan Terakhir: Cerai

“Jangan panik, jangan panik. Semua barang ada di kampung halaman dan nggak akan hilang. Nanti kita beli apa yang kurang dan apa yang kita butuhkan.” "Wilda, cepat buka aplikasi pembayaran di sini. Kami nggak punya apa-apa dan sama sekali nggak bisa hidup di sini." Aku tertawa terbahak-bahak. "Apa kamu gila? Aku sudah bilang, mulai sekarang kamu nggak akan lagi mendapatkan sepeser pun dariku.” "Oh ya, aku juga punya hadiah besar untukmu, tapi tunggu sampai kalian pulang ke rumah dulu.”
11.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai kesempatan terakhir
Baca
+Pustaka
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

“Kalau kita gagal?” “Setidaknya kita sudah berusaha. Aku nggak bisa hidup dengan tahu ada perempuan lain di luar sana yang bisa jadi korban berikutnya — dan aku diam saja.” Pesan lain masuk: ‘Kesempatan terakhir, Alena. Datang malam ini, kita bisa selesaikan ini baik-baik. Kalau tidak... hidup orang-orang di sekitarmu akan jadi tidak menyenangkan.’
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai kesempatan terakhir
Baca
+Pustaka
Pura-pura Bukan Bangsawan

Pura-pura Bukan Bangsawan

balas Vans. Sherly sedikit lebih diam dalam perjalanan kali ini. Sherly masih teringat akan perkataan Kenma waktu itu. Kesempatan terakhir. Sherly tidak mengerti kesempatan terakhir apa yang dimaksud oleh Kenma. Namun dari tangisan Kenma waktu itu, Sherly sangat yakin bahwa Kenma sedang mengusahakan sesuatu yang benar-benar berharga dalam hidupnya.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 576 kali sebagai kesempatan terakhir
Baca
+Pustaka
Booking Terakhir

Booking Terakhir

BOOKING TERAKHIR Nama Tamu : RAKA PRADANA Tanggal Check-in : 17 Agustus 1999 Status : BELUM HADIR Raka mengulang kalimat terakhir itu berkali-kali. Belum hadir, bukan pernah hadir dan juga bukan menghilang, seolah seseorang masih menunggu kedatangannya hingga hari ini. Di belakangnya, koper milik petugas arsip tertutup sendiri. Klik.
10433 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai kesempatan terakhir
Baca
+Pustaka
Di Penghujung Waktu

Di Penghujung Waktu

Semuanya akan kembali pada sang maha kuasa. Dunia ini fana. Dunia ini hanya sementara. Kehidupan yang kekal adalah akhirat. "Yaa Allah. Disinilah nanti akupun akan kembali pada tanah. Entah kapan waktu itu akan datang, yang jelas maut sedang menantiku. Kembalikan aku dalam keadaan husnul khotimah yaa Allah!" ucap Nayra. Nayra kembali melangkahkan kakinya menuju taxi yang sedang menunggunya.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai kesempatan terakhir
Baca
+Pustaka
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

terdengar suara pengumuman di pengeras suara. Semuanya pun terdiam. Saphira mengangguk faham, ini sudah saatnya. Perpisahan memang menyakitkan tetapi setidaknya mereka berharap bisa bertemu lagi. Saphira lalu menghampiri kedua sahabatnya. Ia memeluk Iskha untuk yang terakhir kali. “Sampai ketemu lagi suatu saat nanti,” ucap Saphira. “Jaga dirimu!” ucap Iskha.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai kesempatan terakhir
Baca
+Pustaka
PENYESALAN MANTAN SUAMI

PENYESALAN MANTAN SUAMI

“Mungkin suatu saat nanti, tapi tidak sekarang.” Sebelum aku bisa berpikir dan mundur, aku menariknya ke dalam pelukanku dan menciumnya dengan gairah yang mencekik, aku tahu betul bahwa inilah kali terakhir aku menciumnya. Bahwa ini terakhir kalinya dia mengizinkanku menciumnya. Ini adalah ciuman perpisahan kami. Jauh di lubuk hati aku tahu bahwa aku telah kehilangan kesempatan bersamanya.
9.5441.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.9K kali sebagai kesempatan terakhir
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Kiboom
sejauh ini, dari seluruh novel yang pernah kubaca di good novel, hanya cerita ini dan satunya lagi lupa judul, adlah novel yg realistis dan tidak membuat saya hipertensi. yg lainnya bahkan temanya seragam dan isinya hampir sama semua kecuali nama karakter yg berubah. thanks Author, love this story
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status