Petaka Mendua
"Mas Yusuf, jodoh, takdir dan maut itu rahasia Allah SWT. Kita sebagai manusia, hanya patut mensukurinya. Jalani kebahagiaan mas dengan kak Karin, insya Allah, aku bahagia. Meskipun hati kecilku mengatakan, bahwa aku juga mencintaimu. Namun takdir berkata lain, mari saling melupakan rasa ini, mas. Demi kebaikan bersama, jika kamu merindukan aku, aku akan selalu ada dan datang."
Aku tercengang membaca surat dari Aisya. Awalnya memang bagus dan terdengar bijak, namun kata-kata di akhirnya membuatku tanda tanya.
Apa sebenarnya yang Aisya maksud.
Apakah ia ingin mas Yusuf mengagumi kelembutan tutur katanya, kebijakan pemikirannya namun tetap menautkan hati kepadanya juga. Entahlah.
❤️ Terimakasi
Hot Chapters