Hajatan Tetangga
kataku sambil memegang tangan keriput itu.
"Jangan biarkan si Subur terjerumus, godaan dunia itu berat," kata Pak Abdul.
"Iya, Pak, oh, ya, kapan balik ke Arab, Pak?" tanyaku kemudian.
"Setelah urusanku selesai, masih lima puluh persen selesai," jawab Pak Abdul.
"Urusan apa, Pak?" aku kepo juga.
"Urusan dendam, Maen,"
"Oh, jadi, Erwin ...?"