Karma Perselingkuhan
"Iya, Fat. Aku paham. Tapi, entah kenapa, setiap kali kena musibah, aku selalu ingat sama kamu. Sekali lagi, maafkan kami, ya, Fat."
"Iya, Mas. Salam buat Fitri. Assalamualaikum."
Setelah Mas Ahmad menjawab salam, aku segera menekan tombol merah untuk mengakhiri percakapan. Mataku menerawang, seolah menembus atap. Rasa kantuk yang tadi tak tertahan, sekarang menguap begitu saja. Pikiranku berkelana. Aku merasa sangat prihatin dengan apa yang menimpa mantan suamiku dengan istrinya. Benarkah ini karma?