Alisya
kata mama.
Mendengar itu batin Aiys terasa tercabik, sebentar lagi Aiys akan meninggalkan kota penuh kenangan ini.
Aiys segera menoleh ke mama, "Oke siap, Ma," senyumnya.
Aiys hanya tidak mau mama dan papanya kepikiran tentang Aiys. Aiys selalu mencoba semangat dan menerima garis takdir hidupnya. Aiys segera mengisi data ponselnya, dari tadi siang ponselnya mati dan lupa bawa casaan ataupun powerbank. Sembari menunggu ponselnya terisi, Aiys membersihkan diri dan menata barang-barang yang ia beli bersama Keysa tadi. Titik fokus mata Aiys mengarah pada buku diarynya atau lebih tepatnya buku kumpulan puisi, cerpen, quotes yang Aiys tulis sendiri. Aiys emang suka menulis, sedari Taman kanak-kana
Hot Chapters