Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Eiko sepertinya tidak terlalu membiarkan ayahnya ini. “Namaku Isae, bukan Mishima. Pak Orochi, aku hanya punya daging burung. Jadi, makanlah.” “Terima kasih Mishima, kau benar-benar temanku yang paling pengertian.” Lahap Pak Orochi memakan daging burung yang entah rasanya masih hambar atau malah keasinan. Tapi melihat Pak Orochi makan begitu lahap, tidak ada kurang bumbu apapun—pas. Tulang belulang dan remah membuat lantai jadi kotor, tak habis pikir bagaimana Eiko membersihkan ini semua, pastinya lelah.
103.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 81 Beses bilang kokoro kikuchi
Read
+Library
Kiki's Journey

Kiki's Journey

Setelah menghabiskan makananku, aku berjalan menghampirinya. "Eh, sini, sini!" ucapnya senang. Menepuk permukaan sofa di sampingnya, memintaku duduk di sana. Seorang pria memakai topi biru duduk di depanku, "Kenalin," ucap Tracy lagi masih dengan bersemangat. Aku mengulurkan tanganku, yang di sambut oleh pria itu. "Andrew ...." ucapnya, "Kiki."
102.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 63 Beses bilang kokoro kikuchi
Read
+Library
Koma

Koma

Dari posisi sedekat itu ia bisa melihat jari-jari cowok itu penuh hansaplast dan mata panda yang terlihat jelas di kulit putihnya. Gadis dengan name tag Rimba buana itu terkejut dengan darah kental yang keluar dari lubang hidung cowok itu. Dengan sigap ia langsung mengulurkan sapu tangan yang selalu ia bawa. Cowok itu terlihat bingung dengan sikap tiba-tiba cewek asing dihadapanya. Rupanya dirinya tak sadar akan darah yang mulai mengucur deras hingga menetes ke layar hp-nya.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 95 Beses bilang kokoro kikuchi
Read
+Library
Cucu Kegelapan

Cucu Kegelapan

ucap Rokuga seraya berjalan pergi. “Jadi, kita harus memanggilnya Rokuga saja tanpa embel-embel lain?” Venus berbisik pada si cowok bayi sambil mengikuti si pria seram, diam-diam berpikir betapa nama itu mengingatkannya pada negara Jepang. “Dia itu seorang krona, jadi sopan sedikit,” tukas si cowok bayi. “Kalau-kalau kau tanya, krona itu semacam guru di sini.”
3.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 100 Beses bilang kokoro kikuchi
Read
+Library
ALARICK

ALARICK

ucap Lovetta dengan penekanan di kata editor. “Ah baiklah Lovetta, namaku Raquil.” Pada akhirnya mereka bertiga berbincang membahas berbagai topik yang menurutnya menarik. *** “Bisakah kau mendengarkanku dulu?” ucapnya pada orang dalam sambungan telepon. Langkahnya tak tentu arah. Kini Alarick tengah berjalan sangat cepat di tengah ramainya ibu kota. Kepalanya menengok ke sana kemari untuk mencari seseorang.
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 132 Beses bilang kokoro kikuchi
Read
+Library
Diuber Janda

Diuber Janda

Kring Kring Ponselnya bordering. Elok menoleh ke asal suara, yaitu di dalam kamar. Lekas ia masuk ke dalam rumah untuk melihat siapa peneleponnya. Keningnya mengernyit, saat melihat nama kontak suaminya yang melakukan panggilan. “Halo asslamualaykum. Ya Mas?” “Wa’alaykumussalam. Maaf, Mbak saya Desta, langganan ojek Bang Imron ingin memberi tahu, bahwa Bang Imron saat ini ada di rumah sakit XXX.”
10119.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.5K Beses bilang kokoro kikuchi
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

Memang pria tinggi kurus yang bersenjata sepasang pasak itu adalah Shi, seorang tokoh dunia persilatan yang berjuluk Pasak Bumi dan menyukai anak kecil. Mendengar bentakan Cang Er, terdengar kekehannya yang menyebalkan. “Aku dalam perjalanan dan hanya sedikit bersenang-senang di sini. Tenang saja, anak perempuan dulu yang kuambil masih hidup sampai kini. Aku tak sekejam itu untuk membunuh anak kecil.” “Bajingan keji, kau masih mencoba berlagak suci?” bentak Jit Kauw dengan kemarahan berkobar.
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 112 Beses bilang kokoro kikuchi
Read
+Library
Musuhku Canduku

Musuhku Canduku

Gaun hitamnya sederhana, mahal, tanpa usaha terlihat mencolok citra yang selalu ia bangun: perempuan yang tidak perlu berteriak untuk didengar. Ia mengancingkan anting terakhir saat notifikasi masuk. Satu. Dua. Tiga. Bukan dari Victor. Bianca mengerutkan kening, membuka pesan dari sumber yang tidak ia kenal. Subjek: Arsip Moretti Tahun Ketiga Tidak ada isi. Hanya satu lampiran. Tangannya berhenti bergerak. Ia tidak membukanya. Belum. Karena Bianca Moretti tahu
10967 viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang kokoro kikuchi
Read
+Library
Hayu

Hayu

“Minumlah, hanya ini yang kami punya, mungkin tak semahal kopi yang biasa kamu minum, tapi yakinlah kopi ini mampu mengembalikan kewarasanmu yang hampir menghilang, walaupun hanya sedikit.” Jelita yang merasa tak enak hati dengan ucapan Hayu pun segera menyeruput kopi yang masih mengepulkan asap. Dia juga mengambil satu kue yang sangat dia sukai. Kue dengan warna hijau dan taburan kelapa di atasnya mengingatkannya pada maminya. “Hem, enak, Hayu. Kue ini mengingatkan aku kembali pada kenangan di mana mami sering menemaniku setiap sore.”
105.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 134 Beses bilang kokoro kikuchi
Read
+Library
Jodohku Musuhku

Jodohku Musuhku

Tok! Tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk dari luar. Elissa dan Arga segera melepaskan pelukannya saat itu. “Hem, siapa ya?” Arga segera membuka pintu kamar. Terlihat Bibik Lusy langsung memberikan sebuah kotak. “Mas, ini untuk Mas Arga.” Bibik Lusy menyodorkan sebuah kotak tersebut. “Apa ini, Bik?” “Tidak tahu, Mas. Pengiriman tadi katanya untuk Mas Arga. Itu saja!”
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang kokoro kikuchi
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status