Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

ucap Allaric kembali tersenyum. "Kau mau kopi atau teh?" tawar Ayu. "Kopi saja," sahut Allaric. "Kopi pahit?" tanya Ayu. Allaric mengangguk pelan. "Kau juga mau kopi?" tawar Ayu menoleh pada Alan. "Saya teh saja," sahut Alan. "Baiklah, kalian duduk dengan tenang. Kebetulan aku baru saja selesai memanggang kue kesukaan, Kirana. Kita bisa menikmatinya bersama." ucap Mama Ayu masuk kedalam.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 370 Times as kopi senja
Read
+Library
Tergoda Pesona Adik Ipar

Tergoda Pesona Adik Ipar

Senja membuka pintu tersebut secara pelan, kemudian melangkah masuk ke dalam ruangan yang berukuran tidak terlalu besar namun tertata rapi dan wangi aroma mints. "Ini kopi sama sedikit cemilan, Mas." Ucap Senja, meletakkan di meja depan Sky. Setelah itu, gadis tersebut segera melangkah keluar dari ruangan ini tanpa berpamitan. "Mau kemana?" Tanya Sky, dengan nada sedikit lembut, namun tatapan matanya masih fokus pada objek di depannya. "Duduk di sini aja, temani aku kerja sebentar." Suruh pada, Senja.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as kopi senja
Read
+Library
Dinikahi Calon Adik Ipar

Dinikahi Calon Adik Ipar

Sebagai gantinya, dia memilih balik bertanya, “Kopinya enak?” Jingga menganggukkan kepala, tersenyum lebar sambil memandangi minumannya. “Aku sengaja pesen kopi long black, kesukaan Mas Sena,” tuturnya kemudian. Begitu nama suaminya disebut, perasaan Kanya langsung tidak enak. Apa sebenarnya alasan Jingga tiba-tiba mendatanginya setelah tiga tahun berlalu? “Ada urusan apa, ya? Bisa langsung ke intinya aja?”
1033.9K viewsCompletedAdded to Library 914 Times as kopi senja
Read
+Library
Zombieing

Zombieing

Waah, sepertinya itu seru. Tok tok tok "Masuk" Bian yang tadinya sedang halu membayangkan aneka jajanan, sontak tersadar dan pura-pura fokus dengan komputer yang menampilkan gambar resort yang sudah sempurna jadi. "Ini pak kopinya" ucap Naira sambil meletakkan secangkir kopi hitam dengan asap yang sedikit mengepul di atasnya. Ia pun langsung menyeruput pelan kopi itu, dan yeah, kopi buatan Naira selalu enak. Sebentar, sepertinya ada yang aneh. Kenapa ia merasakan ada susu kental manis di kopi ini?
2.2K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as kopi senja
Read
+Library
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as kopi senja
Read
+Library
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

Mungkin, ia sengaja memelankan suaranya agar tak ada yang mendengar ucapannya selain Senja. "Terserah Ibu mau bilang apa, yang jelas percuma bicara sama Ibu, hanya akan buang-buang waktu saya saja!" ucap Senja. Senja tak mau ambil pusing dengan omongannya Bu Murni, ia segera menuangkan satu sendok kopi bubuk dan menambahnya dengan beberapa sendok gula putih, lalu menyeduhnya dengan air yang mendidih. Saat Senja akan kembali ke kamar, ia berpapasan dengan Ariana.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 223 Times as kopi senja
Read
+Library
Nobody Knows

Nobody Knows

Kirei tidak kuasa menahan senyumannya. “Jenis kopinya yaitu arabika, librika, robusta, excelsa.” Ujar Haru lagi dia menoleh melihat Kirei yang berada di samping atasannya dengan menyunggingkan senyum. Kirei mendengus kesal mendengar kata asing baginya dia menatap kesal Haru tapi langsung merubah ekspresi menjadi senyuman saat menatap atasannya dan berkata.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as kopi senja
Read
+Library
KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

Nana Citra tampak canggung, tetapi bergerak pelan mengikuti Senja untuk duduk di salah satu sofa yang ada di tengah ruangan. Ketukan pelan terdengar di pintu. Astrimei masuk, membawa baki yang di atasnya terdapat dua gelas. Segelas kopi hitam dengan uap yang masih mengepul. Satu lagi cangkir berisi teh. “Untuk penyihir desain yang hampir tenggelam di antara kertas dan deadline, kopi adalah pilihan terbaik. Meski begitu, ini adalah gelas terakhir Anda hari ini, Madam,” ujarnya sambil meletakkan cangkir di meja.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as kopi senja
Read
+Library
Ditinggalkan Setelah Malam Pertama

Ditinggalkan Setelah Malam Pertama

Damian kembali dari café kecil di sudut piazza, membawa dua cangkir espresso dalam cup kertas. “Kau butuh ini,” katanya sambil menyodorkan satu. “Terima kasih,” gumam Senja. Ia menyeruput perlahan. Pahit dan hangat. “Kau selalu menyukai kopi hitam?” tanya Damian, nada suaranya sekilas terlalu akrab. Senja menggeleng, "tidak juga. Aku hanya penasaran!" Damian mengangkat alis, agak heran. "Penasaran akan rasanya? Itu kopi pahit, Senja."
102.0K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as kopi senja
Read
+Library
Dibenci mertua karena tidak sederajat

Dibenci mertua karena tidak sederajat

Kemudian pria yang diam-diam Senja kagumi ini malah menyodorkan segelas kopi. “Minum,,, tapi jangan diminum langsung. Hirup dulu aromanya lalu kamu cecap pakai ujung lidah baru di kulum dan rasakan. Gimana rasanya??” Senja mengikuti semua instruksi yang di perintahkan sang bos, menyesap rasa kopi dalam wadah gelas. “Rasanya ya... pahit kayak kopi.” Arthur yang mendengar jawaban Senja langsung lemas. Gadis itu malah terbahak-bahak. “Aku mana tahu rasa kopi Gimana, bagi aku sama semua.”
107.7K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as kopi senja
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status