Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

terang Leo. “Ya, udah putus sama Andin hampir enam bulan lalu,” jawab Akira seraya menyesap espresso-nya. Memang kopi pilihan kedai Morning Mist ini memiliki kualitas terbaik. “Kopi apa ini Leo, kok enak banget sih?”Akira terdistraksi dengan rasa kopi dan harumnya yang benar-benar menggugah indra penciumannya. “Oh, ini kopi Flores Bajawa. Gue dapet satu supplier yang oke banget. Mereka juga sudah mulai ekspor ke beberapa negara.” ujar Leo bangga.
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 803 kali sebagai kopi senja
Baca
+Pustaka
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Cahaya senja dari balik jendela kaca tinggi memantul ke lantai yang dilewati Ellena dengan langkah pelannya. Gadis itu masuk kembali ke dalam suite CEO untuk membawa kopi permintaan Reon. Ellena meletakkan cangkir di meja dengan hati-hati, aroma pahit hangatnya perlahan mengisi udara. "Ini kopinya, Pak, espresso single origin tanpa gula, tanpa susu."
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai kopi senja
Baca
+Pustaka
Jodoh untuk Senja

Jodoh untuk Senja

Siapa sebenarnya wanita itu? Di lain sisi, Senja sudah dibawa ke meja sudut ruangan bersama lelaki yang belum dia kenal. Saat ini Senja hanya merasa ingin diselamatkan dari situasi memalukan tadi. “Aku Chakra,” kata lelaki itu sambil memberikan minuman untuk Senja, “Terimakasih, Saya Senja,” ucap Senja sopan. Senja paham dirinya sedang diselamatkan dan harus berterima kasih dengan lelaki tadi. Sungguh rasa bencinya saat ini pada keluarga Prisma Group, khususnya kepada Bima dan Langit.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai kopi senja
Baca
+Pustaka
Rahasia Senja

Rahasia Senja

Akhirnya gadis itu membawa segelas jus jambu kesukaan Aldi, serta kue nastar yang ia beli kemarin sepulang sekolah. "Nanti malem, kamu ikut aku ya?" Ajakan tiba-tiba yang keluar dari mulut Aldi membuat Senja menatap laki-laki itu, dengan kerutan di dahinya. "Kemana? Kenapa nggak sekarang aja? Tumben, malem-malem kamu ajak aku keluar," tanya Senja diselingi dengan pernyataannya. "Pertanyaan kamu banyak banget, satu-satu dong. Biar aku ga bingung jawabnya. Udah mirip wartawan," ledek Aldi sambil mengacak-acak rambut cepol Senja.
9.97.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai kopi senja
Baca
+Pustaka
Cinta Seroja

Cinta Seroja

Dia berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan buat suaminya yang sudah keluar dari kamar entah kemana. "Bi, biasanya kalau Akang sarapannya apa kalau pagi-pagi?" Neng Eza menoleh pada bibi yang sedang sibuk di dapur. "Kalau pagi-pagi ... Aden itu biasanya minum kopi pahit terus sarapannya kalau nggak nasi goreng mie goreng pakai 2 telur atau ayam suwir. Kalau siang dan malam itu bebas apa aja yang disediakan di rumah, dia makan!" Jelas bibi sambil menoleh sesaat pada neng Eza.
9.73.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai kopi senja
Baca
+Pustaka
Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Sudut mataku mulai tergenang, dan Zidni melanjutkan pengetahuannya mengenai kopi. “Kopi Malayaka pahit dan kuat, kopi Sudiya lembut dan manis,” ujarnya. “Sejak kapan rasa kopi menjadi manis?” tanyaku sambil berusaha tertawa. “Tidak, bukan itu yang kumaksud,” jelas Zidni lagi. “Ya, aku tahu, Zid,” aku mengusap sudut mataku. Zidni akhirnya menyadarinya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai kopi senja
Baca
+Pustaka
Cinta Kedua Kami

Cinta Kedua Kami

Ajeng bergegas menyiapkan sarapan seperti apa yang disukai oleh suaminya, dan Allard hanya memperhatikan saja apa yang dilakukan istrinya. Terlihat Ajeng begitu cekatan membuatkan sarapan untuknya, tak harus menunggu lama, secangkir kopi hitam dan sebuah roti sandwich roti daging asap terhidang di depannya. "Dicicip dulu Mas, kasih tau kalau kurang sesuatu, karena aku pakainya resep kopi untuk Ayah. " ucap Ajeng. Allard menyesap kopi buatan istrinya, dan ternyata rasanya pas di lidahnya, takaran gula dan kopinya pas.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai kopi senja
Baca
+Pustaka
Ceraikan Aku, Mas!

Ceraikan Aku, Mas!

*Jakarta - Kopi Senja * Aroma biji kopi arabica Gayo bercampur dengan udara pendingin ruangan bersuhu delapan belas derajat celsius. Alunan musik jazz terdengar pelan, laptop-laptop terbuka, dan obrolan tentang perusahaan rintisan terdengar samar. Raka berdiri di balik meja bar, mengenakan celemek hitam, tangannya terampil membuat latte art. Dari luar, dia tampak seperti biasa, seorang barista yang handal.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kopi senja
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Dia memejamkan mata, memasrahkan seluruhnya atas panas gairah yang melumat dada, melumat mulutnya. “Jadi, perlukah aku menjelaskan lebih jauh lagi tentang apa itu senja?” Mardian meletakan sebelah tangan di atas bahu Marni seakan-akan sedang melindunginya. “Itu tidak perlu.” Marni membelai wajah Mardian. “Kalau begitu, sekarang bukan lagi saya. Tapi aku; kau dan aku.” “Apa pun yang kau mau, Sayangku.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai kopi senja
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Apakah setelah ini Adnan perlu berkonsultasi dengan sejawatnya di poli kejiwaan? "Mbak saya mau caramel macchiato satu, pakai es," guman Adnan ketika ia dan Redita sudah duduk di salah satu gerai kopi mahal yang ada di mall itu. "Baik, kalau mbaknya mau minum apa?" "Saya cappucino ice aja deh," Redita tersenyum tampak sangat jika gadis itu sedikit kikuk. "Tunggu sebentar ya," waiters itu bergegas pergi meninggalkan Adnan dan Redita sendirian.
9.9266.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.5K kali sebagai kopi senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status