Jabakan Maut Sahabatku
Ujarku dengan gemetar, takut setengah mati kalau pria ini akan menjatuhkan hukuman mati bagi harga diriku lewat kata-katanya.
Namun, dia hanya mengulurkan tangan, membantuku berdiri, lalu menunjukkan senyuman yang tampak sangat perhatian.
“Sudah kubilang, aku sudah menghadapi sangat banyak pasien. Aku nggak akan memandangmu berbeda hanya karena masalah ini. Lagipula, kalau tubuhmu memang nggak masalah, kamu nggak mungkin mencariku, bukankah begitu?”
Hot Chapters