Kelir Getih (Layar Berdarah)
“Dia takut! Dia sudah melangkah terlalu jauh dengan kritik itu, dan dia tidak berani menghadapi konsekuensi bahwa dunia tidak akan pernah mendengarkan suluknya. Aku memberinya pilihan: Mati sebagai pengecut, atau mati sebagai martir wayang!”
“Dan kau memilih martir,” Kirana menyimpulkan, pistolnya diangkat sedikit.
“Aku memilih kebenasan untuknya, Kompol,” balas Banyu, berbalik sebentar ke arah Kirana. “Ki Anom memberikan kritik sosial paling tajam dalam sejarah wayang Jawa. Tapi dia adalah manusia, dia adalah dalang terhebat, dan dia tidak sanggup memegang darah. Aku mengambil darah itu untuknya. Aku menyelesaikan laku yang ia takuti.”
Hot Chapters