Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Anak Anak Muda

Anak Anak Muda

Kucing aku gabisa tulun dali pohon Vano kecil:oh itu mah ulusan gampang Nih pegang es klim aku Turunlah Vano dengan kucing dibawanya Via kecil:makasih ya udah nolongin kecing akku Nih es klim nya tapi kamu halus cuci tangan dulu Vano kecil:bawain es klim ke kantor papah aku aja yu soalnya aku punya makanan kucing Via kecil:yang itu kantornya? Vano kecil:iya papah kamu juga disitu? Via kecil menggeleng Vano kecil:aku olangnya ganteng, nama aku pano Via kecil:nama aku pia,tapi aku olannya cantik
1010.7K viewsOngoingAdded to Library 321 Times as kucing dandan
Read
+Library
Series Hutan Larangan

Series Hutan Larangan

Perempuan berambut panjang sampai ke pinggang itu memegang tangan Andra ketika berjalan mencari sisa tiga kucing hutan lainnya. Agak sedikit ngeri sebenarnya Nay ketika tak bisa menguasai nafsu. Sering ia membayangkan menelan hewan peliharaan Andra, tapi hanya sekadar khayalan saja tak pernah jadi. “Eh, itu, tu, apaan, kepala kucing lagi kayaknya.” Nay jauh lebih peka daripada seekor harimau kuning jantan di sebelahnya. “Satu, dua, tiga. Pas empat ekor mati di sini semua.” Andra menghitung bangkai kucing yang hanya tinggal kepala saja. Rata-rata semuanya warna belang abu-abu.
1050.5K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as kucing dandan
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

ledek Thalisa seraya menjewer telinga Dafa, hal yang paling Thalisa senangi. "Aww, sakit, Kak!" teriak Dafa dengan kedua tangan mengusap-usap telinganya yang terlihat merah akibat serangan maut yang diberikan oleh Thalisa. Tanpa disadari Thalisa sudah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Dafa yang menggemaskan. Dafa adalah adik laki-laki Thalisa, berwajah tampan dengan kumis tipis yang membuatnya semakin terlihat manis. Rambutnya yang dibiarkan gondrong menambah kesan gemas pada dirinya.
9.88.9K viewsOngoingAdded to Library 239 Times as kucing dandan
Read
+Library
Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

“Sekarang... ada Om Bastian yang terjebak bersama kita. Om Bastian orang yang baik, Mama tidak mau menjadi bebannya.” Namun, ketenangan itu mendadak pecah saat seekor anak kucing liar berbulu oranye tiba-tiba mengeong keras di dalam rumah. Dinara tersentak mendengarnya. Ia duduk di pinggir kasur, mengenakan sandal jepit, kemudian berdiri menghampiri area ruang makan.
108.6K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as kucing dandan
Read
+Library
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Humor recehnya berhasil. Beberapa saat kemudian, Dara mencoba lagi. “Bi, tahu nggak kenapa angkringan ini nggak pernah sepi?” Rendra bertanya penasaran, “Kenapa?” “Karena mereka jual nasi kucing. Siapa sih yang nggak suka kucing? Apalagi yang digoreng.” Rendra hampir tersedak sambal. “DARAAA! Nasi kucing itu karena porsinya kecil, bukan kucing beneran!”
1036.2K viewsCompletedAdded to Library 723 Times as kucing dandan
Read
+Library
DIJODOHKAN MAMA

DIJODOHKAN MAMA

tegur Ziva sambil naik ke ranjang. “Bentar, Ziv. Ini kucingnya jatuh ke ember, lucu banget sumpah.” “Reza…” Nada Ziva turun satu oktaf. Reza langsung nurut. “Oke, oke. Aku nurut. Kucingnya nanti aja.” Ziva menarik selimut, memeluk bantal, dan tiba-tiba diam. “Za…” “Apa lagi? Kamu masih kepikiran kucingnya juga?”
102.4K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as kucing dandan
Read
+Library
Ganteng-Ganteng Duda

Ganteng-Ganteng Duda

Eh tapi, dirinya kan dibayar ya? "Tapi kok anak itu anteng sama Papa?" Di ujung tangga terakhir, yang langsung menghadap ke ruang keluarga dimana televisi yang menayangkan tontonan kartun menyala, Gilang duduk dengan baik di sofa sembari makan keripik. "Ya Papa sabar-sabarin aja kelakuannya. Kalau Papa ikut tantrum, ya betul, Gilang enggak akan mau Papa asuh. Kuncinya memang tenang sih, Lia."
774 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as kucing dandan
Read
+Library
Dendam Dan Pengkhianatan

Dendam Dan Pengkhianatan

Dalam hati perempuan itu sebenarnya muak dan benar-benar penuh dengan dusta pada setiap kata yang keluar dan berbeda dengan hatinya. Gledis yang memang berpura-pura lupa akan laki-laki yang kini duduk bak orang dungu di hadapannya, tatapan dua orang centeng yang berdiri di sampingnya pun seolah menggambarkan sama seperti pemimpin mereka yang terkenal mata keranjang, kejam dan sadis itu. “Yaaaa laki-laki yang kini bersikap dungu ini, Memangggg srigala berbulu dombaaaaaa.....”
1.1K viewsOngoingAdded to Library 22 Times as kucing dandan
Read
+Library
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

Ia duduk bersila dengan santai di atas dahan yang agak besar, sementara di hadapannya, si anak kucing berbulu lebat itu mendesis kecil ketakutan, memamerkan taring kecilnya yang selazim jarum pentul. ​"Woi, Pus... Tenang, jangan galak-galak begitu," bujuk Madun dengan suara lembut layaknya seorang pawang kucing profesional. "Saya ini bukan saingan kucing garong kampung sebelah. Sini, ikut Om Madun turun ke bawah. Di bawah ada bidadari-bidadari cantik yang siap nyiapin ikan asin panggang spesial."
107.0K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as kucing dandan
Read
+Library
CAT-CH ME!

CAT-CH ME!

Ndoro Ranti Kay, hari minggu jogging skuy Di taman yang biasa kamu kasih makan stray cat ajaa Jadi kamu bisa kasih makan kucing, aku jogging Mau yaaaa? Aku males banget kalau jogging sendiri Aku tau kamu hari minggu besok libur kerja Nggak ada alasan kamu buat nolak Kalau kamu nolak, aku culik kamu dari kos Oke, deal
103.0K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as kucing dandan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status