Hasrat Terlarang Kakak Ipar
Motornya melaju menuju rumah Ayu, di gang kecil yang hanya diterangi lampu jalan temaram.
Sesampainya di sana, Ari turun, menatap pintu rumah sederhana itu. Ingatannya melayang pada sesuatu, kunci cadangan yang dulu ditaruh Galih di rumah Ningsih.
Ari tidak pernah tahu alasannya. Ia tidak pernah bertanya, tidak pernah benar-benar peduli. Namun kini, kunci itu ada di tangannya dan berguna. Diambilnya tadi dari atas kulkas saat Ningsih tidak melihat.