Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti

pinta Keano. "Ya udah, kamu tungguin Mom di sana ya. Sebentar lagi Mom akan datang. Tunggu ya, Nak." Panggilan diputus sepihak oleh Rani, menyisakan helaan nafas Keano yang segera menaruh ponsel ke dalam saku bajunya. Lelaki itu merentangkan tangan, berusaha meregangkan otot-otot di badannya. Hari ini dia benar-benar lelah, lelah sekali.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 643 kali sebagai kun peng
Baca
+Pustaka
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Mereka pun bersama-sama menaiki lift menuju lantai delapan. "Aku cuma mau Yura Ayah. Aku tidak mau yang lain. Bermain dengan Yura itu mengasikkan Ayah. Ayah tahukan, Yura itu cinta pertamaku, dia obsesiku sejak aku SMP dulu, Ayah... Come on Ayah..." rengek Jimmy pada seorang laki-laki setengah baya dengan kepalanya yang botak dan tubuhnya yang tambun. "Yura aktris baru itu bukan?" tanya Goh Kun Ling, Ayah dari Jimmy Ling yang baru-baru ini sudah resmi menjabat sebagai perdana menteri Korea Selatan.
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 697 kali sebagai kun peng
Baca
+Pustaka
Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti

“Sah!” Tamu undangan berseru dengan kompak, mengesahkan pernikahan yang sangat menarik perhatian khlayak umum tersebut. Pernikahan mana lagi jika bukan pernikahan Kaivan Prayata Mahaswara, seorang pengusaha muda yang tampan, yang telah dinobatkan sebagai salah satu orang muda terkaya di Asia. Selain itu, Kaivan juga dikenal sebagai seorang pewaris tunggal dari keluarga konglomerat yang kabarnya masih memiliki keturunan kebangsawanan. Kaivan sendiri adalah putra dari Rama Gavriel Mahaswara yang berdarah Jawa kental, lalu menikah dengan seorang perempuan berdarah asing, bernama Helga Magd yang sudah mengantongi kewarganegaraan Indonesia.
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 627 kali sebagai kun peng
Baca
+Pustaka
Pengantin Samudera

Pengantin Samudera

keluh Pak Adi. “Mari kita perkecil pencarian.” Sena, Pak Adi dan Mbah Dayat menatap ke arah Catra penuh tanda tanya. Sementara Catra mulai mengeluarkan sebuah buku catatan. “Resih bilang bahwa gadis itu adalah Pengantin Langit di Gunung Arang. Maka dia sudah pasti telah melewati apa yang seperti Sena lalui ketika menjadi Pengantin Samudera.”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai kun peng
Baca
+Pustaka
MISTER GEPENG

MISTER GEPENG

ucap alex “eh kalau mister gepeng itu adalah pak dierja emang dia kenapa ya bisa jadi mister gepeng?”. tanyaku lagi “kesimpulan berdasarkan yang aku baca di beberapa artikel ini sih, kalau mister gepeng itu adalah pak dierja berarti pak dierja sudah mati. Aku juga gatau ya dia mati karena apa. dan juga pasti ada seseorang yang tahu mengenai cerita ini.”. jelas vino
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai kun peng
Baca
+Pustaka
Malam Pertama dengan Janda Anak 2

Malam Pertama dengan Janda Anak 2

Mas mau kenalan. Send
9.9333.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai kun peng
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Kukie
berharap Alex tu beneran sayang dan tulus ama aini, sayang bgt.. seakan2 ML segalanya Iya sih dhuha baik, tapi mamah nya gak bgt Kayak, boleh gak sih sesekali jangan sama ML si mbak FL nya 🥲 Kalo alex baik kan enak ada second choice, Alexnya begitu jadi gak punya SML, akhirnya terpaksa milih dhuha
Baca Semua Ulasan
Putra Sang Presdir

Putra Sang Presdir

Pria yang memakai baju tanpa lengan dan berkulit gelap itu menantang Han. "Paman Peng!" panggil Han. Peng segera datang dari luar. Mereka tidak ada yang mengenali Han dan Peng, karena mereka adalah preman kelas bawah semua. "Bayar ganti rugi pintu ini!" perintahnya. Tanpa menunggu lama, Peng segera mengeluarkan uang satu ikat pada pria yang berdiri di dekat Han.
9.7716.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.9K kali sebagai kun peng
Tampilkan Ulasan (57)
Baca
+Pustaka
Imgnmln
Permisi kk yang baik hati^^ mohon maaf sebelumnya, izin promosi yaa. Sambil nunggu update, mampir juga ke Novelku... Sang Penguasa>>Tokoh utamanya cool, keren, beda dari yang lain ga gampang ditindas lohh. Sama Tuan Muda Konglomerat juga ga beda jauh kok lebih menarik juga:* Terima kasih^^
JP
Ijin promote thor. REVENGE menceritakan derita wanita yang tidak tahu apa-apa disiksa sampai hampir mati hanya dengan satu tuduhan, Pelakor. Bangkit dari kematian berbekal sedikit ilmu bela diri, Claudia melacak semua orang yang membuatnya menderita. Mampir kak buat reviewnya. Thanks.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Tiga Iblis

Pendekar Tiga Iblis

ujar Ardo sambil memberikan uang 15 kepeng di tangannya ke tangan Kareng yang tidak menolak, meski mulutnya pura-pura menolak. “Tidak usah, Aldo. Aku rasa kau butuh banyak kepeng,” ucap Kareng. “Tidak apa-apa, Paman. Ini sangat banyak bagiku. Aku hanya mau membeli nasi bungkus untuk guluku,” tandas Ardo. “Hah, hanya nasi bungkus?” kejut Kareng. “Baiklah jika demikian.” Dengan senyum lebar mengembang, Kareng menerima kepeng tersebut.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai kun peng
Baca
+Pustaka
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

“Mama… jangan buka apa pun…” Kain penglaris tiba-tiba melayang tinggi, menegakkan dirinya seperti seseorang berdiri dengan kepala menunduk. Dari balik lipatan kain, muncul suara tawa panjang yang sangat tipis tapi menggema ke seluruh ruangan. “Hanya satu… yang asli…” Marni menoleh cepat. “Apa maksudmu?!” Kain itu bergetar, lipatan-lipatannya seperti wajah yang berubah-ubah, kadang seperti seorang wanita tua, kadang seperti tengkorak basah.
6658 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kun peng
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Tenggorokannya kering, tapi ia memaksa suaranya keluar dengan tenang. “Aku Aruna. Mahasiswa KKN. Tidak lebih.” Terdengar tawa kecil, dingin. “Tidak lebih?” ulang sinden itu. “Kau membawa darah yang peka. Jiwa yang mendengar. Dan keberanian yang bodoh.”
852 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kun peng
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status