Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Asa diujung Sajadah#book2

Asa diujung Sajadah#book2

Nadiem Alkatiri, ayah Azzam, memiliki beberapa perusahaan raksasa yang tengah berkembang pesat saat ini. Mobil terus melaju hingga berhenti pada pintu gerbang satu rumah mewah dan megah. Dari relief-relief pagarnya saja, rumah ini seolah-olah meneriakkan kata mahal pada setiap orang yang datang. Saat Azzam meraih remote untuk membuka pagar, Jihan iseng mengamati pagar artistik di depannya. Gerbangnya tinggi menjulang. Pada bagian pagar besi ada pola belah ketupat yang menjadikan pagar terlihat estetik. Hal lainnya yang menjadikan pagar ini mewah adalah bagian gapuranya.
10101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai kunci gitar pagar
Baca
+Pustaka
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dan tidak ada lagu kebangsaan cocok diiringi oleh petikan gitar kecil itu. Akan tetapi, Adhira tak menyerah. Dia tetap memetik ukulelenya dan mulai bernyanyi. Nada-nada lagu yang berirama mengentak jadi makin aneh saat Adhira memadukannya dengan petikan ukulele itu. Suasana kelas kembali riuh. Sebagian bertepuk tangan dan melambai-lambai bak menyaksikan konser rock Linkin Park. Sebagian lagi hanya bisa tertawa, sisanya menggeleng-geleng malu.
1011.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai kunci gitar pagar
Baca
+Pustaka
Bapak Kos Kesayangan

Bapak Kos Kesayangan

Arga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bener-bener teringat aksi sosialnya membetulkan pagar besi usang sekolah TK tersebut. Sebenarnya, saat membetulkan pagar itu, Arga diam-diam memanfaatkan kekuatan supernatural dari Cincin Naga Tidur untuk mengangkat tiang besi beton tanpa alat bantu. Deggg... Sentuhan lembut jemari Alya yang tidak sengaja meraba pergelangan tangan kekar Arga saat menyerahkan undangan langsung memicu denyutan hangat pusaka kuno tersebut.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai kunci gitar pagar
Baca
+Pustaka
Terjebak Dendam dan Gairah

Terjebak Dendam dan Gairah

Satu di antaranya memanggul tas hitam besar berisi perangkat elektronik dan senjata kecil. “Tim Alpha, posisi di pagar barat. Tim Bravo, pastikan semua jalur keluar terkunci,” bisik pria berjaket kulit sambil memberi kode tangan. Mereka berpencar dalam formasi sempurna, seakan sudah menghafal blueprint rumah itu. Di ruang keamanan rumah, seorang penjaga mengernyit menatap monitor. Salah satu kamera berkedip, gambar dari pagar barat membeku sesaat.
1034.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 850 kali sebagai kunci gitar pagar
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Ayah Billionaire Muridku

Terjerat Pesona Ayah Billionaire Muridku

Sarah menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan dan mengulangnya beberapa kali. Akhirnya Sarah berdiri di depan pagar tinggi berwarna hitam, kedua sisinya terdapat tembok putih yang dihiasi tanaman merambat dengan bunga-bunga kecil berwarna warni. Namun, di sisi kiri ada kaca yang lebih mirip seperti jendela kecil. Sarah berusaha mengintip ke dalam pagar tapi dia sama sekali tidak menemukan celah. "Oh ada bel," ujar Sarah lega ketika menemukan sebuah kotak kecil dengan tombol berwarna merah. Sarah menekannya dengan kuat.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai kunci gitar pagar
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Beberapa kali dia mengumpat pelan (sangat pelan agar tidak didengar Nia) karena bautnya sulit pas. "Mas, itu pagarnya kebalik deh kayaknya," komentar Nia yang sedang duduk di kursi goyang (nursing chair) baru sambil melipat baju-baju mungil. Arka menatap hasil rakitannya. Benar saja. Bagian pagar yang bisa diturunkan malah terpasang di sisi tembok. "Ah, sial," desis Arka. "Siapa sih yang bikin manual ini? Nggak logis."
15.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 589 kali sebagai kunci gitar pagar
Baca
+Pustaka
Mencintai Pacar Sahabatku

Mencintai Pacar Sahabatku

Dengan buru-buru melepas tautan bibirnya. Dany yang tadinya memejamkan mata, segera membuka matanya dan menoleh ke arah dimana pemuda di depannya ini mengarahkan pandangannya. "Wow.. Sorry gue pura-pura gak tahu nih." Ucap Anggara yang telah membuka kacamata, dan kini menutup matanya dengan kedua tangannya. Dia berjalan menuju gitar listrik yang ada di ruangan itu. Kemudian memainkannya tanpa memperdulikan dua orang yang berada di tempat yang sama.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai kunci gitar pagar
Baca
+Pustaka
Jangan Baca Novel Ini!

Jangan Baca Novel Ini!

ujarku menetapkan letak target pergerakan jarak tempuh dekat. Langkah persendian kakiku akhirnya berhenti bergerak tepat, di depan area pembatas struktur gerbang pagar besi hitam bangunan kosku. Pintu pagar berbahan komponen material logam padat itu, sudah dipasangi dan terkunci oleh gembok besi besar, pada sebagian batas engsel sisinya. "Tangan kananku harus menyisir batas area pinggang, untuk mencari letak keberadaan batang kunci cadangan, di dalam ruang kantong kain celana panjang ini."
826.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 785 kali sebagai kunci gitar pagar
Baca
+Pustaka
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

“ kamu coba pakai piano, masuk atau nggak kalau nyanyi lagu ini. Kalau nggak cocok ya pakai gitar, ya sesuaikan dengan kamu aja gimana. Yang penting nadanya di mulai nya dari G. “ iya pak , siaappp…” “ oke kalau gitu besok akum au tau aja perkembangan kamu Latihan di rumah sampai dimana.” “ iya pak” “ terus ini kunci not baloknya untuk kamu mainin di rumah.” “ iya pak …siap, saya permisi dulu kayaknya udah masuk jam pelajaran terakhir pak.” ucapku “ oiya kamu masih ada jam terakhir ya, ehhehee maaf saya lupa.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai kunci gitar pagar
Baca
+Pustaka
Astaga, Gairahku Diketahuinya

Astaga, Gairahku Diketahuinya

Bagian bawahku sudah basah kuyup, tetapi aku tidak ingin terlihat terlalu mudah ditaklukkan. Aku hanya ingin pelampiasan, tetapi tidak ingin tampak murahan. "Masih saja keras kepala." Tangan besar pria itu memegang pinggulku, benda yang menggembung di depan tubuhnya menekan perutku. "Apa kamu menginginkannya?" Dia melepaskan maskernya. Di wajah yang tampan dan dingin itu, ada kilatan api samar di matanya, tetapi kata-katanya sangat lugas.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai kunci gitar pagar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status