Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
WANITA KEDUA

WANITA KEDUA

Ia benar-benar merasa aneh karena jarang memakainya. "Kalau enggak nyaman sama kacamatanya, mending lepas aja. Lagian cuma bengkak mata. Kan, lebih indah melihat pemandangan alam dengan mata biasa. Jadi, itu lepas aja ...," ujar Yula yang diam-diam memperhatikan gerak ketidaknyamanan sahabatnya. -----***----- Bersambung
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai kupejamkan mata ini
Baca
+Pustaka
I WAS NEVER YOURS

I WAS NEVER YOURS

Hehehe. Gapapa, keluarin air mata itu sehat, untuk bersihkan mata. See you🤗🤗🤗🤗
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 705 kali sebagai kupejamkan mata ini
Baca
+Pustaka
Sepanas Belaian Chef Jonathan

Sepanas Belaian Chef Jonathan

Kaluna pun langsung ke kamar mandi dan mandi, dia harus segera ke Moon dan berharap bisa menekukan Jonathan di sana. Kaluna berjalan memasuki pelataran parkir Moon dengan menggunakan kaca mata hitam untuk menutupi bengkak di matanya yang tidak bisa ia tutupi menggunakan make up. Kaluna memutuskan menggunakan kaca mata hitam selama bekerja dan akan membuat alasan kalau ia mengalami iritasi mata. Iritasi mata cinta. "Pagi, Mbak Kaluna," sapa salah satu satpam yang berjaga di depan Moon.
10131.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai kupejamkan mata ini
Baca
+Pustaka
Gadis Tanpa Mata Batin

Gadis Tanpa Mata Batin

"Aku nggak dengar apa-apa." Kinan diam sejenak, matanya kembali melirik ke arah jendela. "Nggak, nggak apa-apa. Mungkin cuma pohon kena angin." Mina tersenyum santai. "Ohh gitu ya" Kinan hanya tersenyum samar, tapi sorot matanya berubah—seperti ada sesuatu yang membuatnya tidak tenang.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kupejamkan mata ini
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Om-Om

Terpaksa Menikahi Om-Om

Ngintip? "Mending gue ngintip kambing mandi daripada lo. Ogah banget," Aoi menatap lurus, mata Makoto itu membuatnya tak berkedip. Mata sipit, dan berlensa coklat madu membius pesona siapa saja. Termasuk dirinya. "Masa kita disini terus? Gak jalan-jalan gitu?" Benar juga, Aoi lama-lama bosan duduk saja.
9.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai kupejamkan mata ini
Baca
+Pustaka
Kami Tanpa Kamu

Kami Tanpa Kamu

Aku menjawab jutek. Sekarang pasti Mas Malik sedang mencariku, dia juga kenal Diandra. Pasti aku sudah terlambat kalau menemui Diandra sekarang. Lebih baik aku sembunyi di sini sampai Mas Malik pergi mencari ke tempat lain. Seorang wanita separuh baya memakai kacamata datang, membawakan kompresan. Wajahnya tersenyum ramah. "Saya lihat kakimu bengkak, lebih baik rendam di air hangat ini dulu." Katanya.
10117.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai kupejamkan mata ini
Baca
+Pustaka
Aku Istri Kekasih Sahabatku

Aku Istri Kekasih Sahabatku

ujar Utami dengan wajah yang terlihat kagum. Aku yakin, dia memuji agar aku merasa senang. Harusnya aku yang berkata seperti itu untuknya. “Gitu dong, Del. Sekali-kali kamu juga harus memakai make up. Tidak ada yang salah, karena kita perempuan. Kalau kamu berpenampilan seperti ini, aku yakin banyak yang akan naksir. Dan satu lagi, kamu jangan pakai kacamata itu. Untuk sekali ini saja okey.” Utami berkata sambil melipat kedua tangan di depan dada. Dia juga melirik kacamata yang ada di tanganku. Kacamata ini sengaja aku lepas saat karyawan ingin melakukan aksinya.
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai kupejamkan mata ini
Baca
+Pustaka
Tumbal Darah Perawan dan Misteri Desa Kanibal

Tumbal Darah Perawan dan Misteri Desa Kanibal

Aku hanya memejamkan mata, seraya berdo'a agar makhluk ini bisa pergi segera. # jangan lupa beri bintang ya ka #Dan jangan lupa baca Si Penjahat Kelamin
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kupejamkan mata ini
Baca
+Pustaka
Istri Dingin Sang Presdir

Istri Dingin Sang Presdir

Kacamata hitam besarnya memblokir pantulan cahaya matahari yang menyengat. "Tenang saja, aku tidak akan menjaminkan mu di sana. Tunggu sebentar, aku turun sekarang." Aiden membatin, “Gadis ini, kalaupun aku lupa bawa dompet, bukankah masih ada si Iblis Xavier di sini? Dia tidak mungkin membiarkanmu jadi jaminan!”
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 596 kali sebagai kupejamkan mata ini
Baca
+Pustaka
Kulepas Kau Dengan Ikhlas

Kulepas Kau Dengan Ikhlas

Air mata berlinang Ku kan kembali kepada dirimu Setiamu takkan kuduakan Hanyalah dirimu Kasih satu yang kusayang Takkan tergantikan Semoga kau dan aku Satu hati sampai mati Setia tak terganti Hanyalah dirimu kasih satu yang kusayang Takkan tergantikan Semoga kau dan aku Satu hati sampai mati Setia tak terganti Sumber: Musixmatch Penulis lagu: Thomas Arya
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai kupejamkan mata ini
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status