Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Tiba-tiba, dia melengkungkan badan ke belakang, lengannya menegang, dan matanya berputar ke belakang kepalanya. Khaled panik. Dia meraih kursi di dekatnya dan mengayunkannya ke jendela. Ketika kursi itu memantul dengan bunyi gedebuk plastik, dia menyadari bahwa kursi itu terbuat dari polikarbonat. Bahkan palu godam pun tak akan mampu memecahkannya. Hitung mundur menunjukkan sembilan puluh detik. Tubuh Iskhan gemetar. Wajahnya memucat.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as kursi bulat
Read
+Library
Moonlight Kiss

Moonlight Kiss

Sedangkan Anita hanya dapat memandangku dengan senyum iba. *** Kami memasuki ruang meeting berukuran kecil, tapi kecilnya ruang meeting ini saja sudah seluas 150 meter persegi. Di tengah ruang meeting ini terdapat meja bulat berbentuk huruf O dengan kursi-kursi mengitari sisi terluar meja, sedangkan pada bagian tengah meja terdapat sebuah benda berbentuk kotak dengan berbagai tombol kecil. Aku tidak dapat melihat layar atau pun papan di dalam ruang meeting ini. Aku yakin perusahaan ini juga sudah mengganti bentuk layar dan papan tulis menggunakan benda-benda berteknologi mutakhir lainnya.
3.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as kursi bulat
Read
+Library
Kau Madu Aku Kuselingkuhi Dirimu

Kau Madu Aku Kuselingkuhi Dirimu

tanya Clara sambil memandang Christan dengan penuh antusiasme. Christan mengambil ponselnya dan menunjukkan gambar VIP seat Shinkansen dan kursi biasa. VIP seat adalah kursi dengan kenyamanan duduk sendiri-sendiri, sedangkan kursi biasa dengan tiga kursi di kanan dan dua kursi di kiri. Setelah memeriksa dengan seksama, Clara akhirnya memberikan keputusan, “Kalau begini sih mending kursi biasa, soalnya bisa duduk beramai-ramai.”
9.913.7K viewsOngoingAdded to Library 520 Times as kursi bulat
Show Reviews (14)
Read
+Library
Almeira. S
Maaf guys, othor gak update2 soalnya banyak banget kerjaan. Dan ada proyek baru, hehe. By the way, cerita ini sudah menuju tamat ya guys. :) Maaf, kalau ada kesalahan kata, typo, atau nggak bisa balas komenan readers satu persatu. Soalnya sih, gak bisa dibaca ya :(
Mala
Nih cowok, ampuh dh. bner2 bkin risih & jijik. gk ada abisnya bkin clara ngerasa annoying! smpe berasa kek mau nabok aja gw.. gk ngrti deh, duh, bner2 bkin emosi baca ceritanya, serius deh. udhlah, smoga akhir cerita dia dpt karma setimpal, jgan smpe endingnya sad!!!
Read All Reviews
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

"Duduk," perintah Raka Pradana. Suaranya tidak keras, tidak membentak, tapi memiliki bobot otoritas yang membuat lutut Citra Melati refleks menekuk. Citra duduk di satu-satunya kursi ergonomis di ruangan itu. Kursi Herman Miller seharga dua puluh juta yang terasa memeluk punggungnya dengan presisi menakutkan. Di sekelilingnya, rak-rak server menjulang seperti gedung pencakar langit mini, lampu indikatornya berkedip biru dalam ritme hipnotik.
931 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as kursi bulat
Read
+Library
Priaku di Kursi Roda

Priaku di Kursi Roda

Terlebih pada pria yang duduk di kursi roda, aku sangat membencinya. "Ngapain? Lo pikir gue datang kemari buat ngabisin malam pertama bareng lo? Ck, gak usah berharap banyak. Inget ini cuman pernikahan kontrak." Tanganku terkepal kuat mendengar penuturan pria kursi roda itu. Dasar orang kaya! Memangnya aku tak punya hati apa? Memang benar orang yang banyak hartanya pasti takpunya hati.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as kursi bulat
Read
+Library
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

Dia duduk di kursi pantry seraya melihat Akira yang cekatan mengupas buah. “So, catur?” tanya Giselle dengan gugup. Akira mau tak mau tertawa melihat gestur lucu gadis yang duduk di hadapannya. “Whoa, take it easy dear…” ucapnya. “Istirahat dulu sebentar, nanti kita main catur ketika kamu sudah settle di sini, dan sudah habis makan buahnya.” perintah Akira dengan berpura-pura sedikit tegas. Giselle pun hanya memutar kedua bola matanya.
1029.7K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as kursi bulat
Read
+Library
The Seven Phoenix Shards

The Seven Phoenix Shards

Memperhatikan mereka dengan tajam, sepertinya membuat Degree meningkatkan kewaspadaannya. Lampu kristal yang tergantung, di atas langit-langit ruangan interior klasik, terlihat begitu indah. Ada dua jenis kursi, yaitu sofa dengan bantalan empuk, dan kursi kayu berdesain batik. Lantai yang terbuat dari keramik mahal, membuat bibirku tak berhenti mengucapkan ketakjuban.
95.8K viewsCompletedAdded to Library 226 Times as kursi bulat
Read
+Library
Disangka Ojek Ternyata Miliuner

Disangka Ojek Ternyata Miliuner

Panggung tersebut dihiasi dengan latar belakang yang futuristik, menciptakan kesan hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menikmati acara tersebut. Mereka akhirnya melanjutkan berkeliling mencari barang-barang yang belum terceklis dilist. Tibalah mereka di stand kursi putar ala kantor. Jonathan melihat itu langsung asal pilih. Begitu juga dengan Dion. Yang penting murah dan nyaman. "Ni aja bro, empuk," ucap Dion Pandangan tertuju pada kursi putar yang diduduki oleh Dion. Sementara itu Jonathan juga tampak memilih kursi yang terbaik menurut versinya.
9.220.1K viewsCompletedAdded to Library 442 Times as kursi bulat
Read
+Library
Kaisar Naga Kegelapan Asura

Kaisar Naga Kegelapan Asura

Tidak mungkin mereka keluar dari tubuh Li Fan, Zhu Long, dan Xiao Yu hanya karena mereka ingin berdiskusi. ****** Tepat pada saat itu Terlihat, seorang pria tua sedang duduk di kursi dengan malas di sebuah aula yang sangat besar. Aula itu terlihat kosong tanpa adanya barang-barang yang mengisi ruangan dan hanya terlihat Kursi putih yang diduduki oleh pria tua itu. Kursi yang ia duduki terlihat tidak sederhana, Karena kursi tersebut terbuat dari ribuan bulu Phoenix yang berwarna putih bersih.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as kursi bulat
Read
+Library
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

Pandangan mereka berdua langsung tertuju pada sebuah ranjang yang tak terlalu besar. "Mas, lihat itu!" Arah telunjuk Raisa tetruju pada sebuah kursi goyang. Yang bentuk dan motif ukirannya hampir sama dengan yang ada di kamar Mariyati. "Jadi bunyi tadi berasal dari kursi ini, Sa." "Iya, Mas. Tapi, siapa?" "Hemmm, ini merinding sudah enggak bisa dikondisikan lagi, Sa." "Sa-sama, Mas. Ta-tapi--"
1078.8K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as kursi bulat
Show Reviews (37)
Read
+Library
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Read All Reviews
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status