Ahli Waris
Aku membawa daun sirih beserta pelengkapnya untuk aku lemparkan ke tubuh Cinta dengan arti, agar kami saling memberikan kasih sayang saat menjalin rumah tangga.
“Gus, pelan-pelan melemparnya. Jangan sampai kena matanya!” bisik Rahman membuatku mengangguk. Aku mulai melemparkan ke dahi, dada, dan lutut Cinta dengan pelan. Kini giliran Cinta melakukannya.
“Apa yang dilakukannya?” batinku melihat Cinta mengambil semua isi daun siri dan beberapa pinang, gambir, tembakau, hingga semua yang ada di dalam, dia lemparkan dengan keras kearahku.
Hot Chapters