Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Simpanan!

Simpanan!

Bahkan berpisah pun masih ada serangkaian proses panjang yang harus dilalui. "Kamu yakin akan masuk ke dalam, Intan? Kamu kuat dengan kemungkinan terburuk?" ucapnya. Aku yang sedang menatap nanar ke arah rumah itu pun menoleh. Satu persatu tamu undangan sudah mulai berdatangan. Para bapak-bapak duduk santai di bagian luar. Sedangkan para Ibu-ibu justru masuk ke dalam.
1031.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 996 kali sebagai kursi tamu luar rumah
Baca
+Pustaka
Desahan Dikamar Tamu

Desahan Dikamar Tamu

Biasanya dia akan pulang ke rumah setelah jam kantor berakhir. "Assalamu'alaikum," salamku, tapi tidak ada jawaban. Tanganku menggapai handle pintu dan memutarnya. Rupanya pintu dikunci dari dalam. Aku mengintip di selah jendela, tapi di ruang tamu juga terlihat sepi. Ku rogoh tas untuk mencari kunci serep dan dapat. Masi g-masing penghuni rumah ini memiliki kunci cadangan, kecuali Iren. Dia tidak punya, karena dia memang adalah tamu yang akan segera pergi.
1042.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kursi tamu luar rumah
Baca
+Pustaka
Frugal Living Bikin Kepala Pusing Tujuh Keliling

Frugal Living Bikin Kepala Pusing Tujuh Keliling

Usir mantan ibu mertuaku. Kami semua melongo tak percaya. Ternyata masih ada peng-kelasan meja berdasarkan kasta. Bukankah anak-anakku ini cucunya juga. Jelas termasuk sebagai bagian dari keluarganya, tapi sayangnya anak-anakku tidak dianggap di keluarga itu. "Untuk tamu biasa, tempat duduknya ada di ujung sana." Tunjuk mantan ibu mertuaku pada barisan kursi plastik yang ditutupi dan dihiasi kain satin lembut.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai kursi tamu luar rumah
Baca
+Pustaka
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Jin Muka Seribu memberi nama ruang pertemuan besar ini sebagai Ruang Seribu Kehormatan. Ruang segi enam itu dipenuhi dengan ratusan kursi- kursi yang memiliki warna sesuai dengan warna dinding di belakangnya. Di sebelah depan setiap baris- an kursi sudah terhidang berbagai makanan dan mi- numan yang lezat-lezat. Semua tamu memasuki ruangan pertemuan lewat pintu gerbang satu-satunya yang terletak di dinding warna merah. Puluhan gadis cantik menyambut kedatangan para tetamu dan mengantarkan mereka ke tempat duduk masing-masing. Agaknya sudah diatur demikian rupa di kursi warna apa setiap tamu dipersilahkan duduk. Di antara para tamu ada yang ingin memilih kursi sendiri, tetapi dengan ramah dan
9.5242.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai kursi tamu luar rumah
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Terima kasih utk yg baru bergabung Yg belum baca Season 1 jgn lupa mampir y agar tahu jalan ceritanya dari awal penuh tantangan dan pertualangan Ksatria Pengembara harus menghadapi jago2 dari seluruh dunia yg namanya sudah melegenda seperti si budha hidup - ninja2 legendaris - saint emas dll trims
PANGERAN NAGA
Sayang untuk Fans lama jika KP harus tayang dari awal. Makanya dibuat 2 season. season 1 untuk fans KP yg baru season 2 untuk fans KP yg lama Season 1 di mulai dari chapter 1-87 season 2 dari chapter 88-dst jadi untuk yg baru baca harus dimulai dari season 1 nanti ceritanya akan nyambung
Baca Semua Ulasan
Ditalak Usai Resepsi

Ditalak Usai Resepsi

Bergegas aku menuju ruang tamu untuk membukakan pintu. "Wa'alaikumussalam," jawabku, "Eh, Bu Bimo ... silahkan masuk, Bu." Ternyata tamunya adalah ibunya Mas Bagas yang datang dengan diantar oleh Pak Dul. 'Wah ada apa ya, Bu Bimo sampai berkunjung ke rumahku?' batinku. "Maaf Bu, rumahnya keadaannya seperti ini, tidak ada kursi tamu, sehingga Ibu jadi duduk di bawah ini."
1029.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 837 kali sebagai kursi tamu luar rumah
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

Tok tok tok Itu bukan ajakan untuk membuat manusia salju bersama. Di samping tidak tinggal di negara empat musim, ini juga terlalu larut untuk bermain di luar. Ketukan pada pintu tersebut berarti ada seseorang yang bertamu. Cklek Papan kayu ditarik dari dalam. Sang tuan rumah yang bersurai tergerai itu langsung mendapati tamu tak asing malam ini.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai kursi tamu luar rumah
Baca
+Pustaka
Suamiku yang Tak Normal

Suamiku yang Tak Normal

Bibirnya tertarik membentuk senyum lebar. Lote menatap sekeliling, ruang tamu hanya berisi satu set kursi kayu dengan bantalan tipis dan meja pendek yang diletakkan di atas tikar rotan. Dindingnya polos, hanya dihiasi satu kalender besar dan foto keluarga yang dipasang dalam bingkai kayu sederhana. Dito kecil tampak menggemaskan di foto.
10833 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kursi tamu luar rumah
Baca
+Pustaka
JODOH-JODOH DARI TUHAN

JODOH-JODOH DARI TUHAN

Dek Alya menolak dan melarang aku membuatnya dengan alasan, dia ingin mengikuti kebiasaan di sini saja. Meja makan yang berada di dapur berbentuk persegi panjang, bisa muat banyak tempat makanan tapi kursi hanya sedikit jadilah makannya di ruang tamu. "Ayo cepat sarapan dulu sebelum ke Masjidi," seruku dari arah meja makan.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai kursi tamu luar rumah
Baca
+Pustaka
Pernikahan di Balik Skandal

Pernikahan di Balik Skandal

Kamar tidur untuk tamu memang dibuat dengan lemari kayu besar yang artistik, bukan walk-in closet berukuran kecil seperti kamar-kamar tidur yang dihuni anggota keluarga. “Orang tuamu akan datang, Dex. Mereka akan makan malam di sini dan kalian akan menginap di rumah mereka 3 hari. Bersenang-senanglah,” kata Rita. Dexter mendekati ibu mertuanya dengan senyuman lebar. Mereka melihat Eve yang sedang duduk di lantai dengan Daniel duduk di pangkuannya, menata isi koper besar Dexter. “Sekarang Mama butuh Eve untuk membantu memasak makan malam untuk tamu spesial.”
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 805 kali sebagai kursi tamu luar rumah
Baca
+Pustaka
Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

bisik salah satu tamu wanita pelan, menutup mulut dengan tangan. “Kupikir beliau sedang di luar negeri?” “Sepertinya baru pulang. Tapi aneh, ya? Seharusnya orang tua pengantin duduk di kursi utama.” Bisik-bisik itu menyebar cepat, seperti api kecil di tengah tumpukan bunga segar.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai kursi tamu luar rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status