Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tersesat Di Dunia Pendekar

Tersesat Di Dunia Pendekar

Ia sampai menghampiri pemuda itu dan memeriksa beberapa barang yang muncul. "Pena yang kugunakan merupakan warisan dari kakekku. Pena ini bisa mengabulkan semua permintaan hanya dengan menuliskan sesuatu di lengan atau pun di bagian tubuh mana saja dari penggunanya. Namun, bila pena ini dituliskan di kulit orang lain, maka tidak terjadi apa-apa," jelas Raka.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai kutipan pena
Baca
+Pustaka
Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang

Di dalam kotak itu ada pena tinta antik yang sangat indah. Dilihat dari warnanya, dia bisa mengatakan bahwa itu sangat mahal. “Mmm, Harvard, pena ini tidak murah, kan? Ini menghabiskan banyak uang, bukan?” Harvard berkata, “Eh, itu cuma pena. Harganya tidak mahal. Yang penting Paman suka kaligrafi, Paman Johnson. Dengan pena tinta ini, Paman bisa menulis lebih baik kalau Paman menggunakan sedikit lebih banyak kekuatan saat menulis.”
9.23.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93.8K kali sebagai kutipan pena
Tampilkan Ulasan (432)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Baca Semua Ulasan
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

🖋️ PENA YANG DITOLAK Di tengah medan ini, satu pena menghitam tidak seperti pena yang jatuh sebelumnya. Ini adalah Pena Penyangkal, alat yang digunakan oleh struktur lama untuk mencoret keberanian sebelum ditulis. Kapten Arya mencoba memegangnya. Tapi pena itu menolak dan membisikkan satu kalimat yang membuatnya nyaris runtuh: “Jika kamu menulis ulang, kamu bukan lagi tokoh yang sama.”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kutipan pena
Baca
+Pustaka
Thousand Years

Thousand Years

Vinia mengiyakan tawaran dari pria itu. ”Baiklah. Aku mau. Lalu apa yang harus aku tulis?” Tanyanya sembari mengambil pena dan kertas. Pria itu tersenyum dan memberikan sebuah pena yang terbuat dari logam. Permukaan nya dihiasi ukiran aneh dan dilapisi emas. Saat Vinia menyentuhnya, ia merasa seperti mengenali pena itu. Seperti ada ikatan dalam antara dirinya dengan pena emas itu.
104.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai kutipan pena
Baca
+Pustaka
FORBIDDEN LOVE (Cinta Terlarang)

FORBIDDEN LOVE (Cinta Terlarang)

yang tertulis pada selembar kertas di atasnya sebagai identitas pemesan, lalu dengan cepat membuka plastik pembungkusnya. “Ya ... karena authornya keren,” jawab Pramono percaya diri. Dengan cepat tangan kanan meraih pen, sementara tangan kiri menarik penutupnya. Dia mulai menulis kutipan yang sama yang entah sudah dia tulis berapa kali hari ini. Lain hal jika calon pembaca adalah orang yang dia kenal, maka dia akan menuliskan khusus d aktivitas menulis kutipan “lagian kamu kan dibayar emang buat repot, Kak.” “Idih.”
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai kutipan pena
Baca
+Pustaka
Liontin Merah Delima

Liontin Merah Delima

Seruku yang menemukan sesuatu mirip kertas berbentuk persegi panjang yang terbuat dari daun dan pena bulu angsa. "Ini lontar." Kata kak Roby setelah meraba satu lembar kertas itu. "Lontar?" Sepertinya aku tidak asing dengan kata itu. "Ini salah satu media menulis pada jaman dahulu sebelum kertas di temukan." Aku mengangguk-angguk kecil, ternyata semakin aku tahu banyak hal semakin aku tahu bahwa pengetahuanku masihlah sedikit. Di tengah itu semua entah kenapa otakku memproses sebuah cerita halu. Mengaitkan semua ornamen ukiran itu. Lalu aku menulis di atas lontar itu menggunakan pena bulu angsa. 'Aku berharap yang menyembunyikan kebusukan di padang berbunga ini mendapatkan hukuman dan tidak
648 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai kutipan pena
Baca
+Pustaka
Bukan Mantan Biasa

Bukan Mantan Biasa

Kemudian dia melihat sebuah pena di meja, jelas milik Brielle yang tertinggal. Raka ingat pena itu, warnanya biru tua. Brielle biasanya menyelipkannya di saku jas lab putihnya. Dia mengambil pena itu dan mengusap badan penanya dengan lembut, lalu memasukkannya ke dalam saku baju dan membawanya pergi.
9.5443.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.1K kali sebagai kutipan pena
Tampilkan Ulasan (116)
Baca
+Pustaka
Adelia
izin promosi novel kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Hydragea
Numpang promote thor. Baca juga karya Hydragea. "Sang Villainess Yang Disayang" Kisah sang FL yang bertransmigrasi dan tertaut sistem antagonis. Diberi misi mengumpulkan poin penderitaan agar bisa kembali ke dunia aslinya. Namun justru para ML menyalahartikan kejahatan FL sebagai bentuk peduli.
Baca Semua Ulasan
DECEMBER DAWN : THE PROPHET

DECEMBER DAWN : THE PROPHET

Aku mencoba untuk berpikir, apa yang harus aku tuangkan di atasnya, ketika sebuah pena muncul di sana. Pena bulu perak yang tampak indah muncul di atas buku. Ketika melihatnya, banyak pikiran muncul di benakku, dan aku teringat kata-kata yang tadi sempat muncul, soal tulisan dan terukir. Aku tersadar, mungkin aku bisa melakukan sesuatu.
356 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai kutipan pena
Baca
+Pustaka
Perselingkuhan di Siang Hari

Perselingkuhan di Siang Hari

“Gombalan bapak-bapak memang beda.” Arhan ikut tertawa. “Aku nggak menggombal,” katanya santai. “Aku cuma berusaha bikin kamu terkesan.” Kiara mengangkat bahu ringan. “Aku sudah terkesan, kok.” Mereka berjalan beberapa langkah lagi sebelum Kiara kembali bersuara, kali ini lebih pelan. “Ngomong-ngomong… kenapa waktu itu kamu memberiku pena?”
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai kutipan pena
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status